KabarBaik.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo mencatat sebanyak 169 kejadian kebakaran telah ditangani sejak Januari hingga Agustus 2025. Dari seluruh insiden tersebut, lahan kosong dan kebun tebu menjadi titik terbanyak, mencapai 82 lokasi, jauh melampaui jenis kebakaran lainnya.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Moch Qodari, menyebut lonjakan kebakaran paling signifikan terjadi pada bulan Juli dan Agustus. “Sepanjang tahun ini ada sekitar 169 titik kebakaran yang ditangani BPBD Sidoarjo,” ujarnya, Senin (15/9).
Selain lahan kosong dan kebun tebu, kebakaran rumah juga tercatat cukup tinggi, dengan 39 kasus. Sementara itu, kios atau warung terbakar 27 kali, pabrik/industri 13, sekolah 3, dan kendaraan bermotor 5 kasus.
BPBD menekankan pentingnya edukasi pencegahan kebakaran di tengah meningkatnya kasus pada musim kemarau. “Kami hampir setiap minggu keliling desa untuk memberikan edukasi antisipasi kebakaran. Kami juga mempraktikkan cara memadamkan api,” tambah Qodari.
Untuk memperkuat respons, BPBD saat ini memiliki enam pos pemadam kebakaran yang tersebar di Waru, Buduran, Sidoarjo, Candi, Porong, dan Krian. Tahun ini, satu pos tambahan dibangun di Sukodono, meski rencana idealnya adalah satu pos di tiap kecamatan masih terkendala anggaran.
Kebakaran lahan pertanian dan permukiman menjadi perhatian utama karena berpotensi mengancam ekonomi lokal dan keselamatan warga. Dengan dominasi kebakaran pada lahan kosong dan kebun tebu, upaya pencegahan menjadi sangat krusial.
Kesiagaan armada dan pos, serta edukasi yang terus digiatkan, diharapkan mampu menekan jumlah kebakaran. BPBD menegaskan komitmennya menjaga Sidoarjo tetap aman dan terlindungi dari ancaman kebakaran.(*)









