KabarBaik.co, Surabaya – BPS Kota Surabaya terus berupaya meningkatkan tata kelola aset yang lebih modern dan akurat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menerapkan Sistem Manajemen Inventaris Digital (SMID) berbasis visualisasi 2D untuk mendukung pengelolaan aset dan Barang Milik Negara (BMN) secara lebih efektif.
Kepala BPS Kota Surabaya Dr. Arrief Chandra Setiawan mengatakan melalui sistem tersebut, proses pencatatan hingga pemantauan aset yang sebelumnya masih banyak dilakukan secara manual kini dapat dilakukan secara digital dan terintegrasi.
Langkah ini sekaligus menjadi upaya untuk meminimalkan potensi ketidaksesuaian antara data administrasi dengan kondisi aset yang ada di lapangan.
“Sistem yang diterapkan mengandalkan basis data terpusat sebagai sumber informasi utama seluruh aset,” jelasnya, Kamis (25/6).
Arrief menjelaskan selain itu, setiap aset juga dilengkapi barcode atau QR Code yang terhubung langsung dengan aplikasi berbasis web yang dapat diakses melalui perangkat seluler. Dengan mekanisme ini, proses pengecekan dan verifikasi aset dapat dilakukan secara real time.
Tak hanya itu, sistem juga dilengkapi dashboard visualisasi 2D interaktif yang menampilkan tata letak ruang di lingkungan kantor BPS Kota Surabaya. Melalui fitur tersebut, pengguna dapat melihat persebaran aset secara lebih mudah hanya dengan memilih area tertentu pada tampilan digital yang tersedia.
Implementasi sistem ini merupakan hasil kolaborasi Program Studi Sistem Informasi Telkom University Surabaya dengan BPS Kota Surabaya dalam program Pengabdian kepada Masyarakat.
Ketua tim pengabdian, Purnama Anaking menjelaskan bahwa pengembangan sistem dilakukan untuk membantu instansi pemerintah menghadapi tantangan transformasi digital, khususnya dalam pengelolaan aset yang membutuhkan data akurat, mudah diakses, dan dapat dipantau secara berkelanjutan.
Program yang berlangsung selama enam bulan itu juga melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sejumlah dosen yang terlibat antara lain Arip Ramadan dan Rizqi Ramadhan. Sementara tim mahasiswa terdiri dari Muhammad Reyhandhani, Kurnia Qurrotul A’yun, Azizah Fitria Wibisono, Azzah Sumaiyah, dan Muthi’ah Fadiyah.
Sebagai bagian dari penerapan sistem, tim juga menggelar pelatihan bagi pegawai BPS Kota Surabaya. Sebanyak 10 pegawai mengikuti sesi pendampingan yang mencakup pengenalan fitur, simulasi penggunaan aplikasi, hingga uji coba langsung menggunakan smartphone.
“Melalui pelatihan tersebut, para peserta dapat memahami proses pengelolaan inventaris digital secara menyeluruh, mulai dari pendataan aset hingga pemantauan kondisi aset secara cepat dan praktis,” tegas Purnama Anaking.
Kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan solusi nyata bagi penguatan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi atau smart governance, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang. Di antaranya melalui program magang dan kerja praktik yang dapat menjadi jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan industri maupun instansi pemerintah.
Lewat inovasi yang menyentuh kebutuhan riil di lapangan, Telkom University Surabaya terus mendorong lahirnya berbagai solusi digital yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan lembaga publik, sekaligus mendukung percepatan transformasi digital di Indonesia. (*)






