KabarBaik.co – Polda Jatim tak main-main dalam menggempur peredaran narkoba. Selama semester pertama tahun 2025, Dirnarkoba Polda Jatim sukses mengungkap 3.022 kasus narkotika. Jumlah tersangka yang diamankan mencapai 3.876 orang.
Data ini dipaparkan dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Jatim, Rabu (9/7). Acara dipimpin Kabid Humas Polda Jatim dan Direktur Reserse Narkoba, serta dihadiri sejumlah pihak seperti Kejaksaan Tinggi Jatim, BNNP, Bea Cukai, Angkasa Pura Juanda, Pelindo Regional 3, Rumah Kebangsaan, dan DPD GMDM Jatim.
“Peredaran dan penyalahgunaan narkoba adalah persoalan global yang sangat kompleks karena menyentuh banyak aspek, mulai dari kesehatan, sosial, hingga keamanan nasional. Perang terhadap narkoba adalah harga mati yang tidak bisa dikompromikan,” tegas Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast.
Sementara itu, Dirreskoba Polda Jatim, Kombes Pol Robert Da Costa mengungkap besarnya barang bukti yang disita sepanjang semester pertama 2025 yakni: sabu: 63.991,54 gram (± 64 kg), ganja 9.894 gram (± 10 kg) dan 85 batang tanaman ganja, ekstasi 10.944 butir dan 148 gram, pil karisoprodol (Carnophen) 3.869.861 butir
Dalam kesempatan kali ini, sebagian barang bukti dari tujuh kasus dimusnahkan di hadapan tamu undangan. Proses pemusnahan meliputi sabu 49.054,582 gram (± 49 kg), pil carnophen 1.077.840 butir, ekstasi 2.860 butir, obat keras 5.688.600 butir (± 5,7 juta butir).
“Dari hasil pengungkapan ini, kita perkirakan sekitar 1,2 juta jiwa berhasil diselamatkan dari ancaman narkoba,” ungkap Robert.
Robert mengungkap bahwa jaringan yang dibongkar bukan hanya lokal, melainkan juga sindikat internasional. Menurut Robert, Jatim masih menjadi wilayah strategis dalam jaringan gelap peredaran narkotika.
“Penegakan hukum terhadap narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Ini adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu, menolak narkoba, dan mendukung langkah-langkah pencegahan serta pemberantasannya,” tegasnya.
“Ini bukan sekadar pengungkapan kasus, tapi bagian dari perjuangan besar kita untuk menyelamatkan generasi penerus. Jangan beri ruang bagi narkoba di bumi Indonesia,” pungkasnya. (*)






