Buka HSN 2025 di Ponpes Tebuireng Jombang, Menag Pesan Santri Harus Unggul dan Mandiri

oleh -233 Dilihat
WhatsApp Image 2025 09 22 at 7.23.46 PM 1
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat memberi keterangan kepada awak media (Teguh Setiawan)

KabarBaik.co – Menteri Agama Nasaruddin Umar resmi membuka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian nasional yang akan berlangsung hingga akhir Oktober mendatang.

“Tahun ini, peluncuran HSN kita pusatkan di sini, di Pondok Pesantren Tebuireng, sebagai titik awal. Nanti akan ada kegiatan di berbagai daerah, dan puncaknya di TMII,” kata Nasaruddin kepada wartawan, Senin (22/9).

Nasarudin menekankan pentingnya peran santri di era modern. Ia menyebut pesantren kini tidak hanya sebagai lembaga pendidikan agama, tapi juga menjadi pusat pengembangan kemandirian dan kontribusi strategis bangsa.

“Santri sekarang sudah masuk ke berbagai profesi penting. Jadi diplomat, polisi, pengusaha. Mereka punya kepercayaan diri dan sudah diakui negara,” ujar Nasarudin.

Pemerintah, lanjutnya, terus berkomitmen memperkuat eksistensi pesantren. Salah satunya dengan segera membentuk direktorat khusus di bawah eselon I yang menangani pesantren secara spesifik.

Menag menegaskan bahwa kemandirian merupakan identitas pesantren yang harus dijaga. Namun, bukan berarti pemerintah lepas tangan.

“Kemandirian pesantren tidak boleh hilang. Tapi itu bukan berarti tanpa perhatian. Dukungan terus kami berikan agar santri bisa berkembang,” katanya.

Dia juga mendorong lahirnya generasi santri unggul yang mampu bersaing di kancah global. Menurutnya, santri memiliki keunggulan karakter, ilmu agama, dan talenta yang dibutuhkan masyarakat.

“Jangan kalah dengan lulusan lembaga lain. Santri punya nilai lebih. Mereka bisa jadi pemimpin, imam, mubaligh, dan sebagainya,” imbuhnya.

Tak hanya bicara kemandirian dan mutu pendidikan, Menag juga menyoroti pentingnya ekoteologi atau kesadaran lingkungan dalam kehidupan pesantren.

“Santri harus jadi pelopor cinta lingkungan. Islam mengajarkan semua ciptaan Allah itu hidup dan harus dihargai. Tidak boleh eksploitasi berlebihan,” ujarnya.

Lebih lanjut Nasaruddin optimistis santri dan alumni pesantren punya masa depan cerah, asal mau terus belajar dan mengembangkan keterampilan.

“Insyaallah, kita tidak ingin melahirkan pengangguran. Santri itu mandiri, siap kerja, dan punya skill yang bisa diterapkan di mana-mana,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.