Buka Isolasi Dusun Terpencil di Ngluyu, Bupati Marhaen Targetkan Sisa Jalan 1,2 Km Tuntas di PAK

oleh -149 Dilihat
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, saat meninjau langsung jalan cor sepanjang 3,8 kilometer yang jadi satu-satunya akses penghubung Dusun Kerondong di Kecamatan Ngluyu menuju wilayah luar.
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, saat meninjau langsung jalan cor sepanjang 3,8 kilometer yang jadi satu-satunya akses penghubung Dusun Kerondong di Kecamatan Ngluyu menuju wilayah luar.

KabarBaik.co, Nganjuk – Kebahagiaan menyelimuti warga Dusun Kerondong, Desa Bajang, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk. Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, turun langsung ke wilayah terpencil tersebut untuk meresmikan jalan cor beton yang sudah bertahun-tahun diidamkan masyarakat setempat.

“Jalan ini panjangnya kurang lebih 5 kilo, yang kita intervensi baru 3,8 kilo. Masih 1,2 kilo, wes sabar dhisik nggih,” ujar Bupati Nganjuk yang akrab disapa Kang Marhaen saat meninjau lokasi peresmian, Selasa (11/8).

Dusun Kerondong dikenal sebagai salah satu daerah paling terisolir di wilayah utara Nganjuk yang dihuni oleh 124 jiwa sekitar 55 Kepala Keluarga. Akses jalan yang memadai menjadi urat nadi perekonomian warga yang mayoritas menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian.

“Tapi wes kita cicil. Moga-moga nanti di PAK tahun ini, kalau tidak tahun depan harus diclearkan. Tinggal 1,2 kilo,” tambah Kang Marhaen optimis mengenai sisa pengerjaan infrastruktur tersebut.

Pemerintah Kabupaten Nganjuk berkomitmen memprioritaskan penuntasan sisa jalan sepanjang 1,2 kilometer melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun 2026 atau paling lambat pada tahun anggaran berikutnya.

“Coba untuk betul-betul motret ya. Nganjuk itu luas sekali, dan ada satu daerah terisolasi, yaitu Dusun Kerondong Desa Bajang. Dulu jalannya luar biasa wis, minta ampun (rusak parah). Nah, sekarang alhamdulillah sudah kita bangun. Inilah, kita harus turun ke lapangan langsung sehingga tahu persis apa yang dirasakan oleh rakyat Nganjuk,” tegasnya.

Pembangunan akses utama ini disambut haru dan penuh rasa syukur oleh warga setempat yang kini bebas dari medan ekstrem saat keluar dusun.

“Ya terima kasih, dulu itu kembet (berlumpur) selutut, sekarang sudah bagus,” puji Mukadi, salah seorang warga Dusun Kerondong dengan nada lega.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.