Wajah Toleransi Karnaval Nganjuk, Fasilitas Salat Darurat Disiapkan, Sound Horeg dan Kostum Waria Resmi Dilarang

oleh -87 Dilihat
Petugas BPBD Kabupaten Nganjuk mendirikan tenda kedaruratan di area Stadion Ploso

KabarBaik.co, Nganjuk – Panitia Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) Kabupaten Nganjuk menghadirkan inovasi baru dalam pelaksanaan pawai budaya memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.

Demi menjunjung tinggi nilai toleransi dan memfasilitasi kebutuhan peserta yang beragam, panitia secara khusus menyiapkan sarana ibadah darurat di titik keberangkatan.

“Ini sebenarnya sebagai bentuk toleransi juga, sekaligus bahwa para peserta karnaval itu kan dari berbagai macam latar belakang, ada yang Islam dan seterusnya,” ujar Ketua Umum PHBN Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto, Selasa (11/8).

Guna mengantisipasi ribuan peserta dari tingkat TK/RA hingga umum yang mulai diberangkatkan tepat pukul 13.00 WIB, panitia menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendirikan tenda ibadah lantaran Stadion Ploso belum memiliki musala permanen.

“Karena di Stadion Ploso ini tidak ada musala yang permanen di sana, sehingga panitia meminta bantuan dari BPBD. Tenda-tenda kedaruratan milik BPBD nanti kita jadikan sebagai sarana ibadah,” jelas Puguh yang juga menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk.

Melalui fasilitas tersebut, para peserta yang beragama Islam diimbau untuk menunaikan salat Zuhur terlebih dahulu sebelum memulai pawai, dengan target seluruh rangkaian acara dapat rampung sebelum memasuki waktu Magrib.

“Diharapkan peserta nanti yang belum melaksanakan salat Zuhur bisa salat Zuhur dulu, karena sudah kita siapkan di sana,” pungkasnya.

Tak hanya fokus pada fasilitas ibadah, panitia PHBN juga menetapkan aturan tegas terkait ketertiban dan norma kesopanan. Seluruh peserta dilarang keras menggunakan fasilitas sound horeg berlebihan sesuai fatwa MUI serta dilarang mengenakan kostum yang tidak pantas, seperti pria yang berbusana wanita.

“Di technical meeting juga sudah kita sampaikan untuk tidak menggunakan fasilitas yang kebetulan menjadi fatwa MUI ya, misalnya sound horeg itu,” kata Puguh menegaskan.

Selain pawai budaya, Peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten Nganjuk disemarakkan dengan berbagai kegiatan olahraga dan aksi sosial antar-OPD yang akan mencapai puncaknya pada Upacara Detik-Detik Proklamasi tanggal 17 Agustus 2026.

“Melalui rangkaian kegiatan ini, masyarakat Kabupaten Nganjuk diharapkan dapat semakin rukun, menjunjung tinggi persatuan, serta memegang teguh nilai perjuangan dan kebangsaan,” tutup Puguh.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.