Buron Pembacokan Petugas Valet Menyerahkan Diri ke Polrestabes Surabaya

oleh -66 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 11 at 1.41.45 PM
Aksi unjuk rasa PSHT beberapa waktu lalu (Sugiantoro)

KabarBaik.co, Surabaya — Laurens Lekatompessy, yang akrab disapa Pace, terduga pelaku pembacokan terhadap petugas valet di kawasan Jalan Basuki Rahmat, akhirnya menyerahkan diri. Ia sebelumnya telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Penyerahan diri dilakukan pada Minggu (9/8) malam. Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP I Made Sutanaya membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi, Selasa (11/8).

“Iya, yang bersangkutan menyerahkan diri hari Minggu malam. Saat ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Sutanaya singkat.

Peristiwa Berdarah di Tempat Hiburan Malam

Peristiwa pembacokan terjadi pada Sabtu (25/7) sekitar pukul 03.15 WIB di salah satu tempat hiburan malam kawasan Jalan Basuki Rahmat, Surabaya. Dua petugas valet yang juga anggota PSHT mengalami luka bacok diduga dilakukan sekelompok orang yang terafiliasi dengan kelompok debt collector. Sebelumnya, polisi telah lebih dulu mengamankan seorang terduga pelaku berinisial SL, 36, sementara Pace sempat menjadi buron.

Kapolrestabes Tegaskan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Saat memberikan keterangan pers pada Jumat (31/7), Kapolrestabes Surabaya, Kombes Luthfie Sulistiawan, menegaskan proses hukum berjalan secara profesional tanpa pandang bulu.

“Intinya kami pastikan tidak ada perbedaan perlakuan bagi semua warga Surabaya. Setiap korban berhak mengetahui perkembangan proses hukumnya. Polrestabes Surabaya berkomitmen menegakkan hukum secara profesional,” tegas Luthfie.

Kala itu, Kapolrestabes juga meminta bantuan masyarakat yang mengetahui keberadaan Pace untuk segera melapor ke kepolisian guna diperiksa secara transparan.

Aksi Solidaritas Massa PSHT

Kasus ini sempat memicu gelombang solidaritas besar. Sebanyak 10 ribu massa PSHT mendatangi Mapolrestabes Surabaya guna mendesak pengusutan dan penangkapan seluruh pelaku. Massa juga melakukan aksi di markas kelompok yang diduga terkait, Maluku 1 Rasa (M1R), di Jalan Teuku Umar, Tegalsari, Surabaya. Kini dengan menyerahnya Pace, polisi berharap proses pengungkapan kasus dapat berjalan lebih cepat dan tuntas. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.