Catatan Penting Haji 2026: Tahun Lalu, Jumlah Jemaah Indonesia Wafat Mencapai 423 Orang

oleh -133 Dilihat
PPIH DAKER MADINAH
Pelepasan PPIH 1447 H /2026 M Daker Madinah dan Jeddah ke Arab Saudi

KabarBaik.co, Jakarta – Calin jemaah haji (CJH) Indonesia musim haji 1447/2026 H secara bertahap akan diberangkatkan pada 22 April mendatang. Mereka mula masuk ke Asrama Haji pada 21 April. Ratusan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sudah mulai diberangkatkan.

Sebagai catata bersana, angka kematian jemaah haji Indonesia dalam dua tahun terakhir menunjukkan tren yang perlu diwaspadai. Pada musim haji 2024, tercatat sebanyak 461 jemaah meninggal dunia dari total 241.000 orang atau sekitar 0,1913 persen. Sementara pada 2025, meski jumlah jemaah turun menjadi 221.000 orang, angka kematian mencapai 423 orang atau sekitar 0,1914 persen.

Dibandingkan dengan negara-negara lain yang mengirimkan jemaah haji ke Tanah Suci, angka kematian jemaah haji Indonesia tersebut tercatat jauh paling tinggi. Karena itu, data itu mesti menjadi alarm bagi pemerintah untuk memperkuat upaya mitigasi risiko pada penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M.

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa kesiapan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menjadi satu faktor kunci keselamatan jemaah haji. “Kesiapan mental menjadi penting, termasuk kemampuan mengelola emosi, agar kekuatan fisik yang kita miliki benar-benar ditopang oleh kekuatan rohani,” ujarnya saat memberikan arahan di Asrama Haji Pondok Gede, Jumat (17/4).

Dia menekankan bahwa tugas PPIH bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan bagian dari ibadah dan misi suci yang berorientasi pada pelayanan dan keselamatan jemaah.

Sebanyak 363 PPIH Daker Madinah dan Bandara diberangkatkan menuju Jeddah untuk mengawali operasional haji. Mereka diharapkan menjadi ujung tombak dalam memastikan pelayanan yang responsif, terutama bagi jemaah dengan risiko kesehatan tinggi.

Profil jemaah haji Indonesia sendiri menunjukkan tantangan besar. Mayoritas berada pada rentang usia 41–64 tahun, serta lebih dari 40 ribu jemaah berusia di atas 65 tahun. Kondisi ini menuntut pelayanan yang adaptif dan inklusif, mengingat kelompok lansia memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap gangguan kesehatan.

Selain faktor usia, keberagaman latar belakang pendidikan dan pekerjaan juga memengaruhi kesiapan jemaah dalam menghadapi kondisi fisik dan cuaca ekstrem di Tanah Suci.

Tahun lalu, sorotan terhadap tingginya angka kematian jemaah haji Indonesia juga datang dari pihak Arab Saudi. Wakil Menteri Haji Arab Saudi, Abdul Fatah Mashat, menekankan pentingnya pengetatan aspek istitha’ah kesehatan melalui proses seleksi, pemantauan, dan pendampingan yang lebih komprehensif.

Pemerintah Indonesia pun didorong memperkuat langkah preventif, mulai dari skrining kesehatan yang lebih ketat, edukasi jemaah, hingga peningkatan layanan medis selama pelaksanaan ibadah. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.