CIS Jepang dan BRIN Gandeng BPBD Jatim Kolaborasi Teknologi Drone untuk Mitigasi Bencana

oleh -344 Dilihat
1d2a0c1e 577d 48fb ae70 d65333ff7e5d scaled
Tim riset dari CIS Jepang bersama BRIN dan Brida Jatim melakukan kunjungan strategis ke Kantor BPBD Jatim (istimewa)

KabarBaik.co – Tingginya potensi bencana di Jatim menarik perhatian akademisi internasional. Tim riset dari Chiba Institute of Science (CIS) Jepang bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Brida Jatim melakukan kunjungan strategis ke Kantor BPBD Jatim.

Kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki kolaborasi pemanfaatan teknologi drone guna memperkuat upaya mitigasi bencana di wilayah Jawa Timur.

Rombongan CIS Jepang yang terdiri dari Dr. Hitoshi Igharasi, Dr. Masato Ebine, dan Shuri Nemoto, hadir didampingi Kepala Pusat Riset Kebijakan Publik BRIN, Yanuar Farida Wismayanti. Turut serta dalam tim ini perwakilan dari Trajectory, perusahaan IT asal Jepang, Kenji Koseki dan Uda Markoto.

Kedatangan tim disambut langsung oleh Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto beserta jajaran pejabat eselon 3. Dalam pertemuan tersebut, BPBD Jatim memaparkan penggunaan teknologi drone dan mikro tremor yang selama ini digunakan untuk survei gerakan tanah.

Rombongan juga meninjau langsung ruang Pusdalops, unit mobil BPBD One, serta fasilitas edukasi seperti Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena) dan Taman Edukasi Bencana.

Dr. Hitoshi Igharasi menyampaikan apresiasinya terhadap kesiapan teknologi dan program edukasi yang dikelola BPBD Jatim. Menurutnya, integrasi antara peralatan canggih dengan upaya edukasi masyarakat melalui simulator gempa dan Tenda Pendidikan Bencana (Tenpina) sangat luar biasa.

“Upaya edukasi bencana yang diberikan kepada masyarakat dan peralatan yang dimiliki BPBD Jatim sangat luar biasa,” ujar Dr. Hitoshi.

Senada dengan hal tersebut, Kapus Riset Kebijakan Publik BRIN, Yanuar Farida Wismayanti, mengungkapkan rencana tindak lanjut dari kunjungan ini. BRIN bersama CIS Jepang, Universitas Budi Luhur, dan Pemprov Jatim berencana melakukan riset kolaborasi jalur drone untuk mitigasi bencana di titik rawan.

“Kami akan melakukan riset kolaborasi jalur drone di wilayah Cangar, Pacet, Kabupaten Mojokerto, dan kawasan Tahura R. Soerjo. Kami melihat BPBD Jatim memiliki command center yang sangat canggih dan sistem pembelajaran kebencanaan yang bagus,” jelas Yanuar.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menyambut baik rencana riset kolaborasi tersebut. Ia berharap teknologi drone ini dapat dioptimalkan khususnya untuk pemantauan potensi tanah longsor dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Tahura R. Soerjo.

“Terima kasih atas rencana riset kolaborasi jalur drone ini. Kami berharap ke depan hal ini menjadi bagian penting dalam upaya pengurangan risiko bencana (PRB) di Jawa Timur,” pungkas Gatot. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.