Cuaca Tak Menentu di Penghujung Musim Hujan, Waspadai Potensi Bencana Hidrometeorologi di Jatim

oleh -69 Dilihat
WhatsApp Image 2025 09 17 at 3.50.49 PM
Ilustrasi cuaca ekstrem

KabarBaik.co, Sidoarjo – Memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, cuaca di wilayah Jawa Timur menunjukkan pola yang tidak menentu. Kondisi ini meningkatkan potensi terjadinya cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada aktivitas masyarakat.

Berdasarkan peringatan dari BMKG Juanda, potensi bencana hidrometeorologi diperkirakan terjadi hingga 4 April kedepan.

Sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Gresik, Kediri, Lumajang, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Trenggalek, Tulungagung, Jember, Pasuruan, Bojonegoro, Jombang, Lamongan, Tuban hingga sejumlah kota seperti Surabaya, Batu, Madiun, dan lainnya.

Cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi antara lain hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.

Kepala Stasiun Meteorologi Juanda Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa peningkatan potensi cuaca ekstrem ini dipengaruhi sejumlah dinamika atmosfer.

“Dalam beberapa hari ke depan, wilayah Jawa Timur diprakirakan mengalami peningkatan aktivitas atmosfer yang cukup signifikan. Hal ini dipicu oleh adanya gelombang Rossby dan Kelvin, serta pengaruh tidak langsung Siklon Tropis Narelle yang menyebabkan pertumbuhan awan konvektif semakin intens,” ujarnya, Senin (30/3).

Ia menambahkan, kondisi suhu muka laut yang hangat di sekitar Selat Madura turut memperkuat suplai uap air ke atmosfer.

“Akibatnya, potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang masih cukup tinggi terjadi di sebagian besar wilayah Jawa Timur,” tambahnya.

Dalam keterangannya, BMKG mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba hingga 4 April kedepan.

Wilayah dengan topografi curam seperti pegunungan dan tebing diingatkan untuk lebih waspada terhadap potensi bencana seperti tanah longsor dan banjir bandang. Selain itu, kondisi jalan licin, pohon tumbang, hingga berkurangnya jarak pandang juga perlu diantisipasi.

“Untuk itu kami mengimbau masyarakat agar selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG serta meningkatkan kesiapsiagaan, terutama bagi yang berada di wilayah rawan bencana,” pungkasnya.

Masyarakat juga disarankan untuk terus memantau perkembangan cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, termasuk citra radar cuaca WOFI, guna mengantisipasi dampak yang dapat ditimbulkan dari cuaca ekstrem ini.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.