KabarBaik.co – Perubahan cuaca yang kian sulit diprediksi mulai terasa dalam beberapa pekan terakhir dan diperkirakan masih akan berlanjut. Panas menyengat yang tiba-tiba berganti hujan lebat kerap membuat tubuh “kaget” dan rentan terserang penyakit. Flu, batuk, masuk angin, hingga nyeri sendi menjadi keluhan yang sering muncul di tengah kondisi tersebut.
Namun, di balik tantangan cuaca ekstrem, tersimpan solusi kesehatan yang sederhana dan mudah dijangkau. Jawabannya ada di dapur: kunyit.
Selama ini, kunyit dikenal luas sebagai rempah pemberi warna kuning khas pada berbagai masakan Asia, seperti gulai dan soto. Lebih dari sekadar bumbu dapur, kunyit juga berperan sebagai pengawet alami. Di dunia kesehatan, tanaman rimpang ini menyimpan potensi besar berkat kandungan kurkumin yang bersifat antioksidan dan antiradang.
Tak heran jika industri farmasi modern mulai mengolah ekstrak kunyit menjadi suplemen kesehatan berbentuk kapsul, bahkan diperkaya vitamin. Produk-produk tersebut diklaim mampu bersaing dengan obat kimia mahal, terutama dalam membantu meredakan peradangan sendi.
Menariknya, manfaat kunyit tidak hanya terletak pada rimpangnya. Daun kunyit juga memiliki khasiat yang tak kalah penting. Kandungan kurkumin di dalamnya dipercaya mampu menjaga kesehatan pencernaan dengan merangsang kerja empedu, mencegah perut kembung, serta membantu meredakan nyeri sendi seperti artritis. Sejumlah kalangan bahkan meyakini daun kunyit dapat membantu mempercepat penyembuhan luka hingga menurunkan risiko diabetes.
Saat hujan turun dan suhu udara menurun, tubuh membutuhkan asupan yang mampu menjaga kestabilan suhu internal. Kunyit dikenal mampu memberikan sensasi hangat dari dalam, membuat tubuh terasa lebih nyaman dan rileks.
Ahli kesehatan herbal, dr. Rianti Maharani, M.Si (Herbal) menjelaskan sifat antivirus dan antibakteri pada kunyit berperan aktif dalam meningkatkan sistem imun. Hal ini menjadi penting untuk melawan infeksi saluran pernapasan seperti flu dan batuk yang kerap menyerang saat daya tahan tubuh melemah.
“Kandungan kurkumin dalam kunyit bekerja sebagai antioksidan kuat dan anti-inflamasi alami. Inilah yang membuat kunyit efektif menjadi ‘perisai’ tubuh, terutama saat cuaca tidak bersahabat,” ungkap dr. Rianti Maharani, M.Si (Herbal), saat dikonfirmasi Kamis (1/1).
Perubahan cuaca ekstrem juga sering memicu nyeri otot dan sendi. Dalam kondisi ini, sifat antiradang kunyit dinilai efektif membantu meredakan peradangan. Selain itu, kunyit juga dikenal ramah bagi sistem pencernaan. Keluhan seperti mual, perut kembung, hingga gangguan lambung yang muncul akibat pola makan dan cuaca tak menentu dapat diredakan dengan konsumsi kunyit secara rutin. Bahkan, senyawa aktifnya dipercaya mampu membantu meminimalkan reaksi alergi terhadap lingkungan.
Sebagai tanaman obat serbaguna, kunyit dapat diolah dalam berbagai bentuk, mulai dari perasan, ekstrak, hingga salep. Untuk konsumsi harian, ada beberapa cara praktis yang bisa dilakukan masyarakat.
Pertama, teh kunyit madu lemon. Iris kunyit segar, rebus hingga air berwarna kekuningan, lalu tambahkan madu dan perasan lemon untuk rasa segar sekaligus khasiat tambahan.
Kedua, ramuan penghangat tubuh dengan mencampurkan kunyit, jahe, dan serai. Minuman ini dipercaya efektif melegakan pernapasan sekaligus menghangatkan badan, terutama saat cuaca dingin.
Ketiga, sebagai bumbu masakan. Menambahkan bubuk kunyit ke dalam menu harian seperti soto, opor, atau tumisan dapat menjadi langkah sederhana menjaga kesehatan jangka panjang.
Meski kaya manfaat, para ahli mengingatkan agar konsumsi kunyit tetap dilakukan secara wajar. Konsumsi berlebihan berisiko menimbulkan gangguan pencernaan ringan. Kunyit juga diposisikan sebagai suplemen alami, bukan pengganti pengobatan medis utama, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan khusus.
Di tengah cuaca yang kian tak menentu, kembali ke bahan alami seperti kunyit bisa menjadi langkah bijak untuk menjaga kesehatan tubuh—sederhana, terjangkau, dan telah diwariskan lintas generasi.







