Dangdut Pulang ke Rumah

oleh -480 Dilihat

BETAPA indahnya dunia dangdut saat ini. Di tengah hiruk-pikuk musik modern yang serba cepat, muncul seorang pemuda dari Kampung. Namanya, anda sudah tahu, Achmad Valen Akbar. Akrab dipanggil Valen Pamekasan. Sebab, asalnya dari Pamekasan, Madura. Lagu-lagu klasik Rhoma Irama pun kembali hidup. Berdenyut.

Suara emas Valen yang gagah, cengkok khas yang bikin merinding, serta penghayatan mendalam, seolah membawa generasi X dan Baby Boomers ke era keemasan Soneta Group, tapi dengan nuansa segar generasi muda.

Bayangkan, mahakarya seperti Derita, Baca, Sebujur Bangkai, Perjuangan dan Doa, Bencana, atau Keramat, dan lainnya itu yang sudah puluhan tahun menemani bangsa ini, kini terasa muda lagi lewat penampilan Valen.

Para juri DA7 tak kalah antusias. Soimah menjuluki Valen “Pangeran Dangdut”, Dewi Perssik sebut sebagai “titisan Rhoma Irama”, sementara dalam sebuah tayangan media sosial Ridho Rhoma akui suara Valen Pamekasan mirip ayahnya saat muda. Ini bukan pujian biasa, melainkan bukti regenerasi dangdut klasik sedang berlangsung.

Valen, yang berusia 18 tahun, pelajar MAN 1 Pamekasan itu membuktikan bahwa dangdut bukan warisan mati. Ia hidup, bernapas, dan bisa goyang di hati anak-anak muda. Meski di DA7 menjadi runner-up karena kalah virtual gift, prestasi Valen sudah ikut mengharumkan Jawa Timur. Terutama warga Madura.

Dan, bertepatan dengan pergantian tahun, 1 Januari 2026, euforia itu seperti puncak dengan penyambutan megah di dua tempat. Gedung Negara Grahadi Surabaya dan kampung halaman di Pamekasan.

Pagi di Grahadi, ribuan warga Jatim memadati sejak pagi. Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Emil Elestianto Dardak menggelar acara khusus. Lengkap arak-arakan Valen naik kendaraan hias Sekar Kedaton diiringi musik Ul Daul khas Madura. Suasana haru dan gembira, Valen duet dengan Gubernur membawakan “Keramat”. Satu momen yang membuat terkesima dan tak henti bertepuk tangan riuh.

Valen menghibur dengan lima lagu andalan: Terkesima, Perjuangan dan Doa, Keramat, Bahtera Cinta, serta ‘Jangan Tunggu Lama-Lama’. Gubernur pun memberi wejangan agar Valen terus bersekolah, menyeimbangkan karier, menjaga doa, kesantunan, dan selalu hormat pada orang tua.

Sore hari, di Pamekasan, euforia lebih heboh di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP). Ribuan warga dari Pamekasan, Sumenep, Sampang, Bangkalan, hingga luar Madura membludak sejak siang, sampai ada yang pingsan karena kepadatan.

Konser penyambutan gratis ini difasilitasi penuh oleh Haji Khairul Umam (Haji Her), bos PT Bawang Mas Group. Di grand final, Haji Her juga termasuk deretan tokoh yang banyak memberikan gift D’Sultan dan D’Boss untuk Valen. Penonton terkesima, goyang penuh semangat tapi tertib, banyak yang haru melihat putra daerah pulang sebagai bintang.

Di hati jutaan penonton, Valen sudah juara satu. Momen pulang kampung itu menjadi pesta kebanggaan bersama, bukti dangdut tidak hanya menghibur, tetapi menyatukan. Lebih dari itu, dari lirik-liriknya penuh makna filosofis yang mendalam.

Dan, Valen seperti berkah dari doa Bang Haji Rhoma yang selalu bilang “Dangdut harus lestari”. Lagu-lagu lama melambung lagi, terasa segar, mengajak kita tak lupa akar. Selamat datang pulang, Pangeran Dangdut! Semoga suaramu terus menggema, membikin Indonesia semakin berjaya di tahun baru ini, sekaligus menatap tahun Kuda Emas dengan penuh inspirasi dan harapan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.