KabarBaik.co, Pasuruan – Tari merupakan seni gerak yang sangat menarik untuk dipelajari. Salah satunya tari tradisional yang saat ini masih cukup tinggi antusiasmenya di Kabupaten Pasuruan dengan berdirinya sanggar-sanggar tari.
Salah satunya sanggar tari Dapur Kesenian Wilwatikta (DKW) yang berpusat di Taman Candra Wilwatikta Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Setiap minggu sanggar tersebut melakukan latihan yang diikuti 50 sampai 60 anak dengan 3 pembina.
Ada beberapa tari yang menjadi andalan sanggar tari DKW yang telah banyak mendapatkan prestasi baik di tingkat provinsi hingga nasional. Yaitu tari Topeng Suminten.
Harimuji (Pak Kelantung), koordinator pembina tari menyampaikan, saat ini minat pada tari tradisional dan tari modern seimbang. “Saat main bareng hampir sama (peminatnya), semua dari yang melihat dan menyukai gerak tari,” kata Pak Kelantung, Minggu (9/8).
Pak Kelantung yang merupakan pembina tari sejak 1973 di bawah naungan Dinas Pariwisata Jawa Timur itu telah berhasil melahirkan banyak anak. Bahkan prestasi di bidang tari dijadikan peluang untuk masuk sekolah ternama.
“Banyak anak-anak melalui jalur prestasi untuk masuk sekolah ternama bahkan universitas melalui juara tarinya,” ungkapnya.
Meski saat ini telah bermunculan tari modern, namun Pak Kelantung menilai tari tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. “Tari tradisional banyak yang mencintai. Beberapa bahkan mengkreasikannya,” ucapnya.
Naisya, salah seorang anak didik di sanggar DKW mengungkapkan bahwa dirinya telah mempelajari banyak tari tradisional. Dia menilai tari tradisional menarik di mata penonton. “Sangat senang bisa tari tradisional dan sudah belajar empat tahun di sanggar,” pungkas Naisya. (*)






