Dari Lalapan Jadi Camilan, Keripik Kenikir Buatan Ibu RT Jombang Tembus Luar Kota

oleh -35 Dilihat
Suharmini dengan keripik kenikir olahannya (Teguh Setiawan)

KabarBaik.co, Jombang – Aroma gurih keripik tercium dari dapur sederhana di Dusun Sukoharjo, Desa Penggaron, Mojowarno, Jombang. Di sanalah Suharmini Wati, 53, meracik daun kenikir yang biasanya hanya jadi lalapan, berubah menjadi camilan renyah yang kini diminati banyak orang.

Ibu rumah tangga itu tak pernah menyangka tanaman yang identik dengan urap dan sayur kulup tersebut justru membuka jalan rezeki baru. Melalui usaha rumahan bertajuk Penggaron Chips, ia mulai memproduksi keripik kenikir sejak 2020.

Ide tersebut muncul tanpa perencanaan panjang. Awalnya, Suharmini lebih dulu mencoba membuat keripik pare dan keripik bonggol pisang. Dari situ, muncul rasa penasaran untuk mengolah kenikir dengan cara serupa.

“Karena pare saja bisa jadi keripik, saya kepikiran kenikir mungkin juga bisa,” ujar Suharmini, Sabtu (21/2).

Percobaan demi percobaan dilakukan di dapur rumahnya. Ia mencoba berbagai komposisi adonan hingga teknik penggorengan agar rasa kenikir tetap khas namun tidak pahit. Hasilnya di luar dugaan. Keripik kenikir buatannya terasa renyah dan gurih.

Dalam sekali produksi, Suharmini mampu mengolah sekitar 5 hingga 8 kilogram kenikir segar. Bahan baku ia peroleh dari petani langganan di sekitar Jombang. Jika stok menipis, ia membeli dari pedagang sayur yang sudah dikenalnya.

Saat ini, keripik kenikir masih tersedia dalam varian rasa original. Produk dikemas dalam standing pouch ukuran sekitar 90 gram. Untuk kebutuhan pameran atau event tertentu, ia menggunakan kemasan foil agar tampak lebih menarik.

Harga yang ditawarkan pun ramah di kantong, mulai Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per kemasan.

Perlahan tapi pasti, pasar Penggaron Chips mulai meluas. Selain dipasarkan di wilayah Jombang, keripik kenikir tersebut juga telah menjangkau Pacet Mojokerto, Pasuruan, hingga Malang. Bahkan dalam sebuah pertemuan pendeta di Jombang, produknya sempat diborong sebagai bagian dari promosi UMKM lokal.

Meski sudah dikenal di sejumlah kalangan, Suharmini mengaku tantangan terbesarnya masih di sektor pemasaran. Ia berharap produknya semakin luas dikenal masyarakat.

“Harapannya ke depan, orang kalau dengar Penggaron Chips langsung ingat keripik pare, bonggol pisang, dan juga keripik kenikir,” katanya.

Dari dapur rumahnya di sudut Mojowarno, usaha kecil itu kini mampu menghasilkan omzet sekitar Rp 3,5 juta per bulan. Angka yang mungkin belum fantastis, namun cukup membuktikan bahwa kreativitas dan keberanian mencoba hal baru bisa menjadi peluang.

Di tangan Suharmini, kenikir bukan lagi sekadar pelengkap lalapan. Ia menjelma menjadi simbol ketekunan dan inovasi dari sebuah usaha rumahan di Jombang. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.