KabarBaik.co, Bojonegoro – Kesuksesan tidak selalu lahir dari modal besar. Bagi Aringga Bayu Puspita, pemuda asal Desa Sidomukti, Kepohbaru, Bojonegoro, keberhasilan justru berawal dari keberanian memulai, ketekunan belajar, dan konsistensi berinovasi.
Di balik nama Aqiqah Assalam, tersimpan perjalanan panjang seorang anak muda yang pada 2011 lalu hanya memiliki modal Rp 10 juta saja. Uang itu digunakannya untuk membeli 15 ekor domba sebagai pijakan awal membangun usaha peternakan.
Tak ada jalan pintas menuju keberhasilan. Tahun demi tahun dilalui Aringga dengan berbagai tantangan. Ilmu yang terus diasah membuahkan hasil.
Dari peternakan berskala kecil, kini kandang miliknya dihuni sekitar 300 ekor domba. Menjelang Hari Raya Idul Adha kemarin, jumlahnya bahkan bisa meningkat hingga sekitar 800 ekor untuk memenuhi tingginya permintaan pasar.
Namun Aringga tidak berhenti hanya sebagai peternak. Ia membaca perubahan kebutuhan konsumen dan mengembangkan model bisnis yang lebih modern. Melalui Aqiqah Assalam, pelanggan kini dapat memilih berbagai layanan, mulai dari pembelian domba hidup, domba yang telah disembelih, hingga paket olahan matang siap saji.
“Ini mengikuti perkembangan zaman dan mengikuti permintaan pembeli,” katanya, Kamis (7/8).
Inovasi tersebut tidak hanya mendongkrak omzet usaha, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan. Aringga memberdayakan masyarakat sekitar untuk mengolah masakan, sementara para lulusan perguruan tinggi direkrut sebagai tenaga administrasi yang menangani layanan pelanggan.
Setiap hari, usaha yang dirintisnya rutin mengirimkan pesanan olahan matang ke sedikitnya tiga lokasi berbeda. Jaringan pemasarannya pun terus meluas. Selain memiliki kantor pemasaran di Kota Surabaya dan Kabupaten Jombang, Aqiqah Assalam juga melayani konsumen di Madura serta sedikitnya 12 kota lain di Jawa Timur.
Bagi Aringga, kunci sukses di dunia peternakan bukan hanya soal modal atau jumlah ternak, melainkan rasa cinta terhadap pekerjaan yang dijalani.
“Kalau ingin sukses di bidang ternak domba, yang pertama harus mencintai dulu ternaknya. Kambing maupun domba adalah hewan yang diberkahi. Nikmati prosesnya, terus belajar, insyaallah hasilnya akan mengikuti,” pesannya.
Kisah Aringga menjadi bukti bahwa sektor peternakan mampu menjadi ladang usaha yang menjanjikan bagi generasi muda. Dengan semangat belajar, keberanian berinovasi, dan dukungan pembinaan dari pemerintah, usaha yang bermula dari belasan ekor domba kini telah berkembang menjadi bisnis yang menjangkau berbagai daerah di Jawa Timur sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. (*)






