Dari Rugi Rp 1 Miliar, Heri Purnomo Bangun Solidaritas Peternak Lele di Jombang

oleh -163 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 09 at 9.35.47 AM scaled
Heri Purnomo saat menerima piagam penghargaan ajang PWI Jombang Award 2026 (Teguh Setiawan)

KabarBaik.co, Jombang— Kegagalan sering kali dianggap sebagai akhir dari sebuah usaha. Namun, bagi Heri Purnomo, kerugian hingga Rp 1 miliar justru menjadi titik balik untuk membangun sesuatu yang lebih besar: kebersamaan.

Di sudut Desa Temuwulan, Kecamatan Perak, Jombang perjalanan Heri dimulai dari kolam-kolam kecil budidaya lele yang sempat terpuruk. Tanpa latar belakang perikanan, ia memulai usahanya secara otodidak pada 2016 dengan enam kolam sederhana.

Perjalanan itu tidak mudah. Kegagalan datang bertubi-tubi hingga kerugian besar tak terhindarkan.

“Kalau gagal, pasti pernah dan itu pasti. Tapi karena saya punya keyakinan bahwa hal ini bisa bermanfaat bagi orang lain, saya terus mencoba,” ujar Heri, Kamis (9/4).

Dari pengalaman tersebut, Heri menyadari persoalan utama yang dihadapi peternak kecil bukan hanya soal teknis budidaya, tetapi juga keterbatasan akses pasar.

“Saya melihat peternak kecil itu punya kendala dalam keterbatasan akses pasar. Sehingga cakupannya sangat kecil,” katanya.

Kesadaran itu mengubah arah usahanya. Ia tak lagi hanya fokus pada produksi lele, tetapi juga membangun jaringan antar peternak.

Sekitar tiga tahun lalu, Heri merintis Kelompok Petani Ikan Air Tawar Nusantara (Pekantara). Wadah ini bertujuan menghubungkan para pembudidaya agar bisa berkembang bersama.

“Tujuan saya hanya satu, kita berkumpul membentuk kelompok agar para peternak ini tidak berjalan sendiri-sendiri,” ungkapnya.

Awalnya, kelompok tersebut hanya beranggotakan sekitar 20 orang. Kini, jumlahnya berkembang menjadi sekitar 100 peternak yang tersebar di berbagai wilayah Jombang.

Dampaknya pun signifikan. Produksi lele yang semula kecil kini mencapai sekitar 4 ton per hari.

“Lebih dari itu, ada perubahan pola pikir, dari kompetisi menjadi kolaborasi,” jelas Heri.

Dalam kelompok tersebut, Heri aktif mendampingi anggota. Ia berbagi pengetahuan tentang teknik budidaya yang lebih efisien serta mendorong penggunaan pakan alternatif untuk menekan biaya produksi.

Baginya, keberhasilan tidak hanya diukur dari hasil panen, tetapi juga dari kekuatan para peternak dalam menghadapi dinamika pasar bersama-sama.

Upaya Heri akhirnya mendapat pengakuan. Ia meraih penghargaan sebagai ‘Inisiator Sinergi Ekonomi Akuakultur Jombang’ dalam ajang PWI Jombang Award 2026.

Ketua PWI Jombang Muhammad Mufid menilai Heri tidak sekadar membangun usaha, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi berbasis akuakultur.

“Beliau berhasil mendorong kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat posisi peternak kecil di tengah tantangan pasar,” ujarnya.

Kini, kolam-kolam lele di Temuwulan tidak hanya menjadi tempat budidaya, tetapi juga ruang belajar dan berbagi bagi para peternak.

Heri mungkin memulai langkahnya seorang diri. Namun kini, ia berjalan bersama puluhan peternak lain, membawa semangat bahwa kekuatan terbesar terletak pada kebersamaan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.