Dari Sawah ke Joglo Kayu, Cerita Warung Jujugan di Sananwetan

oleh -630 Dilihat
eb3df23f 9849 4611 90f0 460c8b1dc129
Suasana Warung Jujugan Sananwetan Blitar. (Foto: Calvin BT)

KabarBaik.co – Tak banyak yang menyangka, sebidang sawah di Jalan Trowulan, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, kini berubah menjadi ruang singgah bernuansa Jawa yang hangat.

Di sanalah Warung Jujugan berdiri. Sebuah kafe kayu yang lahir dari kesabaran, budaya, dan secangkri minuman rempah.

Heri Setiawan, pemilik Warung Jujugan, memulai kisahnya pada 2021. Saat itu, lahan yang dimilikinya masih berupa sawah. Ia menunggu masa panen sebelum memulai pembangunan.

Pandemi Covid-19 sedang berada di puncaknya. Aktivitas mengajar dilakukan secara daring. Heri, yang saat itu berprofesi sebagai guru fisika di SMAK Diponegoro Kota Blitar, membagi waktunya antara layar gawai dan adukan semen.

“Pagi sampai siang mengajar online dulu, lewat Google Classroom. Setelah itu baru lanjut bangun,” katanya.

Bangunan pertama yang berdiri bukan ruang duduk atau dapur, melainkan kamar mandi. Perlahan, bangunan utama menyusul sebuah joglo kayu penuh yang di Jawa Timur dikenal sebagai sinom rampasan. Seluruh materialnya berbahan kayu, menghadirkan kesan hangat sekaligus sederhana.

Pilihan konsep itu bukan sekadar estetika. Heri ingin menjaga budaya Jawa tetap hidup. Kecintaannya pada kayu dan arsitektur tradisional menjadi dasar utama.

“Saya ingin nguri-nguri budaya Jawa,” ujarnya.

Di awal pembangunan, sempat beredar cerita dari warga sekitar bahwa lahan tersebut wingit. Heri bahkan mencium bau menyan saat pertama kali mengerjakan pondasi.

Namun ia tak larut dalam cerita itu. Baginya, tempat yang dibangun dengan niat baik akan membawa kebaikan.

Soal sajian, Warung Jujugan awalnya hanya menawarkan minuman tradisional berbahan rempah. Wedang-wedangan menjadi menu utama.

Seiring waktu dan selera pengunjung yang terus berkembang, menu pun ikut menyesuaikan mulai dari kopi rempah hingga racikan minuman lain yang tetap berpijak pada rasa lokal.

Warung Jujugan resmi dibuka pada 2022. Kini, tempat ini tak sekadar menjadi kafe, tetapi ruang bertemu tempat orang singgah, berbincang, dan menikmati suasana joglo kayu dengan pemandangan sawah di tengah kota.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.