Dari Tersingkir hingga Jadi MVP, Aomsin Sasipaporn Menemukan Kembali Kepercayaan Thailand

oleh -184 Dilihat
AOMSIN SASISAPORN
Sasipaporn Janthawisut (kanan) bersama para pemain timnas voli putri Thailand. (IG)

KabarBaik.co, Thailand- Ada masa ketika nama Sasipaporn Janthawisut tidak lagi berada dalam daftar pemain yang mengenakan seragam tim nasional Thailand. Beberapa tahun kemudian, pemain yang akrab disapa Aomsin itu berdiri di panggung SEA V Cup 2026 dengan gelar MVP dan Best Outside Spiker, setelah membantu Thailand meraih gelar juara di hadapan publik sendiri.

Di antara dua titik itu ada cerita tentang performa yang merosot, kepercayaan diri yang goyah, kritik yang harus dihadapi, dan kerja keras untuk mendapatkan kembali tempat yang pernah hilang.

Karena itu, ketika trofi MVP akhirnya berada di tangannya, yang sedang dirayakan Sasipaporn bukan hanya sebuah kemenangan, tetapi juga perjalanan untuk membuktikan bahwa dirinya masih layak dipercaya.

Bagi seorang atlet, kehilangan tempat di tim nasional bukan perkara kecil. Seragam Thailand membawa konsekuensi yang jauh lebih besar daripada sekadar status pemain; di baliknya ada ekspektasi publik, persaingan internal, dan tuntutan untuk selalu berada dalam kondisi terbaik.

Nah, Sasipaporn pernah berada di sisi yang tidak menyenangkan dari persaingan tersebut ketika performanya menurun dan namanya tidak lagi menjadi bagian dari skuad utama.

Namun, ia tidak memilih jalan untuk menyalahkan keadaan. Dalam pemberitaan media Thailand, Sasipaporn pernah mengakui bahwa ketika kemampuan dan kepercayaan dirinya menurun, beberapa aspek permainannya ikut terdampak. Kesadaran itu menjadi titik penting dalam proses kebangkitannya. Ia tahu ada sesuatu yang harus diperbaiki dan memilih kembali bekerja untuk mendapatkannya.

Dari sana, perjalanan Sasipaporn bergerak perlahan. Pemain kelahiran 10 Juni 1997 itu membangun reputasinya melalui kompetisi klub dan mulai kembali mendapatkan perhatian setelah tampil produktif bersama Diamond Food.

Performanya kemudian membawanya meraih penghargaan individu, termasuk MVP Thai League 2021–2022 dan Best Outside Spiker, sebelum kembali menjadi bagian penting dari tim nasional Thailand.

Ada alasan mengapa Sasipaporn begitu berharga bagi sebuah tim. Sebagai outside hitter, ia berada di posisi yang sering menjadi tumpuan ketika sebuah serangan tidak berjalan sesuai rencana. Bola pertama yang kurang sempurna, blok lawan yang sudah menunggu, atau situasi ketika setter tidak memiliki banyak pilihan, sering kali berujung pada bola yang dikirim ke sisi kiri.

Di situlah Sasipaporn merasa nyaman. Ia memiliki karakter serangan agresif dengan pukulan keras dan keberanian mengambil risiko, tetapi yang membuatnya semakin penting adalah kemauannya menerima tanggung jawab ketika pertandingan memasuki situasi sulit. Ia bukan pemain yang hanya menunggu bola ideal. Ia terbiasa mencoba menyelesaikan bola yang tidak ideal sekalipun.

Karakter tersebut sudah terlihat sejak level klub. Sasipaporn pernah menjadi pencetak angka utama dalam pertandingan-pertandingan penting dan bahkan mencatat pertandingan dengan raihan angka sangat tinggi. Namun, pengalaman di level klub tidak otomatis menjamin tempat di tim nasional, sehingga perjalanan Sasipaporn tetap menuntut satu hal yang sama: konsistensi.

Sosok di Luar Lapangan

Di luar lapangan, sosoknya justru memperlihatkan sisi yang berbeda. Pada 2024, Sasipaporn pernah merespons kritik publik yang menyentuh kehidupan pribadinya setelah sebuah unggahan bersama ibunya menjadi perhatian.

Ia menegaskan bahwa keluarganya merupakan sumber dukungan ketika dirinya menghadapi masa sulit, sebuah pernyataan yang memperlihatkan bahwa di balik sosok atlet yang terlihat keras ketika bertanding, ada pribadi yang tetap membutuhkan ruang aman di luar arena.

Hubungannya dengan keluarga menjadi bagian penting dalam memahami karakter Sasipaporn. Ketika berada di lapangan, ia dituntut untuk berani, keras, dan tidak takut mengambil keputusan. Tetapi, ketika pertandingan berakhir, sama dengan pemain profesional lainnya ia tetap memiliki sisi personal yang tidak ingin seluruhnya menjadi konsumsi publik. Batas tersebut pernah diperjuangkan ketika kritik terhadap dirinya mulai menyentuh wilayah keluarga.

Kontras itu justru membuat sosok Sasipaporn menjadi lebih menarik. Ia bukan atlet yang selalu berusaha terlihat tidak terkalahkan, tetapi seseorang yang dapat mengakui ketika performanya buruk dan pada saat yang sama tetap memiliki keberanian untuk melawan ketika merasa batas pribadinya dilewati. Di lapangan ia kompetitif, sedangkan di luar lapangan ia terlihat lebih reflektif dan dekat dengan keluarga.

Mentalitas tersebut kemudian kembali terlihat dalam perjalanan tim nasionalnya. Setelah mendapatkan kesempatan kembali, Sasipaporn tidak sekadar mengisi daftar pemain Thailand, tetapi perlahan berkembang menjadi salah satu pilihan penting di sektor serangan.

Penampilannya di berbagai kompetisi internasional menunjukkan bahwa pengalaman pahit ketika kehilangan tempat tidak membuatnya bermain dengan rasa takut, melainkan justru mendorongnya untuk lebih siap ketika kesempatan berikutnya datang.

Pada VNL 2026, misalnya, Sasipaporn kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu pencetak angka penting Thailand. Penampilan produktifnya dalam sejumlah pertandingan memperlihatkan bahwa dirinya mulai mampu membawa kualitas yang sebelumnya dikenal di kompetisi klub ke panggung internasional dengan tuntutan yang jauh lebih tinggi.

SASIPAPORN OKE

Lalu Datang SEA V Cup 2026

Di turnamen regional tersebut, Sasipaporn tidak lagi sekadar menjadi salah satu pemain Thailand yang tampil baik. Ia menjadi salah satu pusat permainan Thailand dan pada akhirnya mendapatkan penghargaan tertinggi untuk seorang pemain: MVP. Ia juga dinobatkan sebagai Best Outside Spiker, sementara Thailand berhasil keluar sebagai juara.

Penghargaan itu menjadi semakin berarti karena datang setelah perjalanan yang panjang. Sasipaporn pernah berada dalam situasi ketika dirinya harus menonton pemain lain mengenakan seragam tim nasional, sementara ia harus bekerja untuk mendapatkan kesempatan kembali. Kini, justru dirinya yang berdiri di panggung sebagai pemain paling berharga dalam sebuah turnamen.

Bagi publik, perubahan itu mungkin terlihat sederhana: dulu tidak masuk timnas, sekarang menjadi MVP. Namun bagi seorang atlet, jarak antara dua keadaan tersebut bisa berisi bertahun-tahun latihan, keraguan, kritik, persaingan, dan usaha untuk kembali mendapatkan kepercayaan.

Sasipaporn tampaknya memahami hal tersebut. Dalam berbagai kesempatan setelah pertandingan, ia lebih sering berbicara mengenai tim, kesalahan yang harus diperbaiki, dan pentingnya saling membantu daripada menempatkan dirinya sebagai pusat kemenangan. Bahkan ketika menjadi pencetak angka utama, ia tetap menempatkan keberhasilan personalnya dalam konteks perjuangan seluruh tim.

Sikap itu juga membuat gelar MVP tidak terasa sebagai puncak yang membuatnya selesai. Justru penghargaan tersebut datang ketika kariernya memasuki babak baru. Pada 2026, Sasipaporn juga mendapatkan kesempatan bermain di League One Volleyball (LOVB) Amerika Serikat, membuka jalan bagi pengalaman baru di luar kompetisi Asia.

Amerika akan menghadirkan tantangan berbeda. Level permainan, karakter lawan, lingkungan profesional, dan tuntutan adaptasi akan menguji apakah perkembangan Sasipaporn selama beberapa tahun terakhir benar-benar telah membawanya ke tingkat yang lebih tinggi.

Tetapi jika ada satu pengalaman yang bisa menjadi modal kuat, itu adalah pengalaman tentang bagaimana rasanya kehilangan tempat dan kemudian merebutnya kembali.

Dan, kisah Sasipaporn Janthawisut bukan semata tentang smash keras, angka-angka di papan skor, atau gelar MVP SEA V Cup 2026. Namun, sebuah cerita tentang seorang pemain yang pernah kehilangan kepercayaan, kemudian memilih untuk tidak berhenti, bekerja kembali dari bawah, dan perlahan mengubah keraguan menjadi kepercayaan.

Dari pemain yang pernah tersingkir hingga menjadi pemain paling berharga, perjalanan Aomsin menyampaikan satu pesan sederhana bahwa jatuh mungkin membuat seorang atlet kehilangan tempat, tetapi cara ia bangkitlah yang menentukan apakah tempat itu akan menjadi miliknya kembali. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.