Desa Pongangan di Gresik, Jejak Permukiman Sejak Abad ke-14 dan Kiprah Islam

oleh -367 Dilihat
desa pongangan manyar gresik
Desa Pongangan, Manyar, Gresik. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Gresik – Desa Pongangan di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik dikenal sebagai salah satu kawasan strategis penopang perekonomian daerah.

Saat ini, wilayah dengan jumlah penduduk sekitar 10 ribu jiwa tersebut berkembang sebagai kawasan industri dan pergudangan, dengan mayoritas warganya bekerja sebagai karyawan.

Namun di balik wajah modernnya, Desa Pongangan menyimpan sejarah panjang yang telah dimulai sejak abad ke-14, tepatnya pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit.

Kepala Desa Pongangan Aang Chunaifi kepada awak media pernah menjelaskan, bahwa jejak sejarah tersebut salah satunya terlihat dari keberadaan Kampung Candi.

“Nama Kampung Candi muncul karena adanya hubungan dagang dengan bangsa lain pada masa itu,” ujarnya.

Jalur Perdagangan Internasional

Sejak masa lampau, Desa Pongangan telah menjadi titik strategis jalur perdagangan. Wilayah ini menjadi tempat transit berbagai komoditas yang dibawa oleh para pedagang dari India, China, hingga Timur Tengah.

Aktivitas perdagangan semakin berkembang pesat seiring beroperasinya sejumlah pelabuhan penting di wilayah pesisir utara Jawa, seperti di Gresik, Surabaya, Tuban, hingga Canggu.

“Dulu masyarakat di sini dikenal makmur karena sektor perdagangan yang maju,” kata Aang.

Awal Penyebaran Islam

Seiring perkembangan zaman, pengaruh Islam mulai masuk dan berkembang di wilayah tersebut. Desa Pongangan kemudian tumbuh menjadi tiga kawasan utama yang masih dikenal hingga kini, yakni Kampung Candi, Kampung Pomahan, dan Kampung Pamongan.

Sosok penting dalam proses penyebaran Islam di desa ini adalah Mbah Nolowongso, yang merupakan murid sekaligus keturunan dari Sunan Giri.

Menurut Aang, Mbah Nolowongso tidak hanya dikenal sebagai tokoh agama, tetapi juga memiliki kemampuan kanuragan yang membuatnya disegani masyarakat.

“Beliau menjadi pamong atau pendidik masyarakat, sekaligus pelindung dari berbagai ancaman pada masa itu,” jelasnya.

Warisan yang Masih Terjaga

Peran besar Mbah Nolowongso dalam membangun dan melindungi masyarakat membuat namanya tetap dikenang hingga kini. Ia dimakamkan di kompleks pemakaman Kampung Pamongan, yang masih menjadi salah satu situs bersejarah di desa tersebut.

Jejak panjang sejarah Desa Pongangan menunjukkan bahwa kawasan ini bukan sekadar wilayah industri modern, tetapi juga memiliki akar peradaban yang kuat sejak masa kerajaan hingga perkembangan Islam di pesisir utara Jawa.(*)

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.