KabarBaik.co – Dewan Pers RI turut mengawal jalannya pesta demokrasi lima tahunan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Bertempat di Surabaya, Jawa Timur, Dewan Pers menggelar Workshop Peliputan Pilkada 2024, Jumat (9/8).
Acara ini dihadiri jajaran anggota Dewan Pers RI, termasuk Komisi Penyiaran Informasi Daerah hingga perwakilan awak media. Lembaga yang menjadi induk kehidupan jurnalistik ini berharap peranan pers dalam menjaga kewarasan publik di tahun politik.
Seperti diketahui, Pemilu Legislatif serta Pemilu Presiden & Wakil Presiden beserta seluruh tahapannya sudah dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2024. Sedangkan tahapan selanjutnya masih menunggu penetapan perhitungan hasil suara dan pelantikan presiden dan wakil presiden.
Pada tahun 2024 ini juga akan dilaksanakan Pilkada tingkat kabupaten, kota, dan provinsi secara serentak nasional akan diselenggarakan dalam waktu yang bersamaan. Salah satu kunci sukses penyelenggaraan ajang demokrasi tersebut adalah terciptanya ruang publik yang kondusif, sehat, dan bersih dari berita palsu (fake news) serta hoaks.
Peran pers dalam melakukan edukasi melalui informasi yang proporsional tentang Pemilu dan Pilkada, sehingga masyarakat dapat diajak untuk berperan serta mengawasi tahapan persiapan pelaksanaan, penyelenggaran, termasuk peserta Pemilu dan Pilkada.
Interaksi masyarakat dalam pemberitaan Pemilu dan Pilkada oleh pers akan sangat membantu untuk melihat parameter tingkat kesuksesan persiapan Pemilu dan Pilkada.
Oleh karena itu workshop digelar untuk meningkatkan kualitas peliputan media cetak dan media elektronik terhadap Pemilu dan Pilkada 2024.
Salah satu pemateri, Yadi Hendriana anggota Dewan Pers mengingatkan peran penting pers dalam mengawal pesta demokrasi. Jika KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara Pilkada bertugas memastikan pemilihan berjalan luber jurdil dengan partisipasi tinggi masyarakat.
Maka, pers harus menjadi oase bagi kehidupan berdemokrasi. Harus memberitakan fakta dan tidak menggiring opini publik. Pihaknya juga menyinggung terkait pengaduan pers ketika tahun politik.
Yadi berharap pers di Jawa Timur bisa menjadi lokomotif dalam pemberitaan berkualitas selama Pilkada 2024. “Pers harus menjaga kewarasan publik dalam memilih calon pemimpinnya,” tegas Yadi Hendriana. (*)








