Didorong Transformasi Digital, Nasabah Pegadaian Didominasi Milenial

oleh -193 Dilihat
Pegadaian menyasar segmen milenial yang relatif lebih mudah dijangkau melalui platform digital. (Foto: Dani)

KabarBaik.co – Wajah nasabah Pegadaian kini berubah signifikan. Jika sebelumnya identik dengan generasi orang tua, saat ini justru kaum milenial tampil sebagai kelompok dominan. Di wilayah Jawa Timur, khususnya Pegadaian Kantor Wilayah XII Surabaya, generasi kelahiran 1980–2000 menyumbang sekitar 70 persen dari total nasabah.

Perubahan komposisi tersebut tidak terjadi secara instan. Transformasi digital yang dilakukan Pegadaian dalam beberapa tahun terakhir menjadi faktor utama yang mendekatkan layanan perusahaan kepada gaya hidup generasi muda yang serba cepat, praktis, dan berbasis teknologi. Mulai dari kemudahan transaksi daring hingga akses informasi produk melalui berbagai platform digital, Pegadaian berupaya hadir di ruang yang akrab dengan keseharian milenial.

Pimpinan Wilayah Pegadaian Kanwil XII Surabaya Beni Martina Maulan menilai karakter milenial yang lekat dengan teknologi merupakan peluang besar bagi pertumbuhan bisnis perusahaan. Menurutnya, pendekatan digital membuat Pegadaian semakin relevan dengan kebutuhan dan kebiasaan generasi masa kini.

“Segmen milenial relatif lebih mudah dijangkau melalui platform digital. Tingkat aksesibilitas mereka terhadap teknologi sangat tinggi, sehingga kami terus meningkatkan penetrasi layanan melalui kanal digital,” ujar Beni, Minggu (28/12).

Ia menegaskan, dominasi milenial di tubuh Pegadaian saat ini bukan lagi sekadar tren, melainkan telah menjadi fondasi utama basis pelanggan. Transformasi yang dijalankan perusahaan pun sejak awal dirancang untuk merespons perubahan demografi tersebut.

“Alhamdulillah, sekitar 70 persen customer kami sekarang adalah milenial. Transformasi Pegadaian memang kami rancang untuk menyasar segmen yang secara populasi menjadi tulang punggung pelanggan, baik hari ini maupun di masa depan,” jelasnya.

Lebih dari sekadar angka, keberadaan nasabah milenial membawa dampak signifikan terhadap ekspansi bisnis Pegadaian. Beni menyebutkan, peningkatan jumlah nasabah milenial sebesar 5 hingga 10 persen saja sudah mampu mendorong pertumbuhan yang terasa di berbagai lini usaha.

Potensi milenial pun tidak terbatas pada produk investasi seperti emas. Seiring bertambahnya usia dan tanggung jawab, kebutuhan generasi ini berkembang ke berbagai layanan pembiayaan, mulai dari modal usaha, pendidikan, hingga perencanaan keuangan jangka panjang.

“Kalau milenial bertambah 5 sampai 10 persen, ekspansinya sudah luar biasa. Harapan kami, mereka tidak hanya memanfaatkan produk investasi, tetapi juga mulai menggunakan produk pembiayaan lainnya sesuai kebutuhan masa depan,” ungkap Beni.

Fenomena ini sekaligus menandai pergeseran persepsi terhadap Pegadaian. Layanan yang dulu kerap dipandang konvensional kini bertransformasi menjadi solusi keuangan yang adaptif dan relevan bagi generasi muda. Melalui inovasi digital dan pendekatan yang lebih personal, Pegadaian berupaya membangun hubungan jangka panjang dengan milenial sebagai mitra finansial sejak dini.

Ke depan, Pegadaian optimistis dominasi milenial akan terus menguat. Dengan konsistensi transformasi digital serta pengembangan produk yang selaras dengan kebutuhan generasi muda, Pegadaian diyakini mampu menjaga relevansi sekaligus memperluas basis nasabah di tengah persaingan industri jasa keuangan yang kian dinamis. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.