KabarBaik.co – Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, sektor pembiayaan justru menunjukkan daya tahan yang solid. Kondisi ini tercermin dari kinerja PT Pegadaian Kantor Wilayah XII Surabaya yang menutup tahun 2025 dengan capaian positif.
Hingga akhir 2025, Pegadaian Kanwil XII Surabaya mencatat outstanding pembiayaan sekitar Rp 13,5 triliun, dengan total omzet mencapai Rp 18 triliun. Capaian tersebut menandakan aktivitas transaksi masyarakat yang tetap bergerak, terutama dalam memanfaatkan layanan pembiayaan berbasis gadai maupun non-gadai.
Pimpinan Wilayah Pegadaian Kanwil XII Surabaya, Beni Martina Maulan, menilai kinerja tersebut menjadi fondasi penting untuk menghadapi tahun-tahun mendatang. Ia menyebut, Pegadaian menargetkan pertumbuhan outstanding minimal 20 persen pada 2026, seiring penyesuaian strategi bisnis dengan dinamika kebutuhan masyarakat.
“Target pertumbuhan kami minimal 20 persen dari posisi saat ini. Kami optimistis, tentu dengan tetap mencermati kondisi ekonomi secara menyeluruh,” ujar Beni dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (1/1).
Menurutnya, meningkatnya literasi keuangan masyarakat turut berkontribusi terhadap kinerja tersebut. Akses informasi yang semakin mudah dan dipahami membuat masyarakat lebih bijak dalam memanfaatkan layanan keuangan, baik untuk kebutuhan produktif maupun situasi darurat.
Selain itu, perubahan perilaku nasabah juga menjadi perhatian. Minat terhadap layanan digital serta investasi, khususnya emas, terus mengalami peningkatan, termasuk dari kalangan usia muda. Kondisi ini mendorong Pegadaian untuk terus menyesuaikan sistem dan pola layanan agar lebih fleksibel serta mudah diakses.
Transformasi digital pun menjadi langkah yang tidak terelakkan. Penguatan layanan berbasis teknologi dilakukan untuk memastikan proses transaksi berlangsung lebih cepat dan efisien, tanpa mengesampingkan aspek keamanan yang menjadi kepercayaan utama nasabah.
Di sisi lain, potensi wilayah Jawa Timur dinilai masih sangat besar. Dengan jumlah penduduk yang tinggi dan aktivitas ekonomi yang beragam, kebutuhan masyarakat terhadap layanan pembiayaan diperkirakan akan terus tumbuh, baik di kawasan perkotaan maupun daerah penyangga.
Ke depan, Pegadaian Kanwil XII Surabaya menegaskan fokus perusahaan tidak semata pada pertumbuhan angka. Pendekatan inklusif dan adaptif menjadi kunci agar layanan Pegadaian dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, sekaligus menjaga perannya sebagai lembaga pembiayaan yang dekat dengan kebutuhan publik.






