KabarBaik.co, Jember – Bandara Notohadinegoro kembali menggeliat. Rute penerbangan Jember–Surabaya resmi diaktifkan kembali oleh Wings Air (Lion Group).
Kembalinya rute ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus memperluas akses masyarakat Jember ke kancah internasional.
Pembukaan kembali rute ini merupakan buah dari koordinasi panjang antara Pemerintah Kabupaten Jember, maskapai penerbangan, dan dukungan legislatif pusat.
Anggota DPR RI Fraksi PKB Rivqy Abdul Halim, yang mengawal proses komunikasi pembukaan rute ini, menilai hadirnya kembali penerbangan Jember–Surabaya bukan sekadar urusan transportasi. Menurutnya, ini adalah langkah nyata dalam mewujudkan pemerataan akses bagi daerah.
“Saya merasakan ini adalah implementasi nyata dari Pancasila, khususnya keadilan sosial. Ini wujud pemerataan konektivitas agar masyarakat Jember bisa terhubung langsung dengan kota-kota besar di Indonesia,” ujar pria yang akrab disapa Rivqy tersebut, Selasa (2/6).
Gus Rivqy yang sebelumnya juga terlibat dalam pembukaan rute Bali – Jember, menegaskan bahwa momentum ini tidak boleh berhenti sebagai seremonial belaka. Ia menepis sinisme publik yang meragukan keberlanjutan rute ini dan meminta masyarakat ikut menjaga keterisian penumpang (load factor).
“Banyak yang mencibir penerbangan ini hanya bertahan beberapa kali saja. Keberhasilan rute ini bukan cuma tugas Pemkab atau Lion Group, tapi butuh dukungan seluruh masyarakat Jember,” tegasnya.
Dari sisi efisiensi, Rivqy merasakan langsung dampak signifikan moda udara ini. Perjalanan darat Surabaya–Jember yang biasanya memakan waktu 5–6 jam (atau 4 jam dengan kereta api), kini bisa dipangkas drastis.
“Tadi saya terbang dari Surabaya ke sini hanya sekitar 40 menit. Ini manfaat besar untuk masyarakat dan dunia usaha,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur Lion Group, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi, menjelaskan bahwa Surabaya akan berperan sebagai hub (bandara penghubung) utama bagi penumpang asal Jember.
Melalui jaringan Lion Group, masyarakat Jember kini bisa terkoneksi ke 144 kota di Indonesia (Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Papua, hingga Ambon). Jaringan ke 200 kota di dunia, termasuk rute populer seperti Kuala Lumpur dan Bangkok hanya dengan satu tiket.
“Konektivitas adalah kunci bangkitnya ekonomi daerah. Jember sudah maju, tapi harus lebih maju lagi,” kata Daniel.
Menariknya, rute baru yang beroperasi empat kali dalam sepekan ini juga menjadi kabar baik bagi jemaah umrah asal Jember dan sekitarnya.
“Kami punya penerbangan langsung dari Surabaya ke Madinah dan Jeddah. Dengan rute baru ini, jemaah bisa berangkat pagi dari Jember, dan keesokan harinya sudah tiba di Tanah Suci,” pungkas Daniel.
Dengan aktifnya kembali rute Jember–Surabaya, Bandara Notohadinegoro kini melayani tiga penerbangan reguler aktif, melengkapi rute Jember–Jakarta dan Jember–Bali yang sudah beroperasi lebih dulu.(*)






