Menteri Trenggono Siapkan KNMP Bintaro Jadi Percontohan Pasar Ikan Modern Berbasis Zero Waste

oleh -55 Dilihat
IMG 20260717 WA0047
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Indah Dhamayanti Putri saat meninjau Pasar Ikan Modern Bintaro, Jumat (17/7). (Foto: Arief Rahman) 

KabarBaik.co, Mataram – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal berkomitmen menjadikan Kawasan Kuliner dan Pasar Ikan Modern (KNMP) Bintaro sebagai percontohan nasional pasar ikan modern berbasis zero waste. Konsep tersebut diharapkan mampu menghadirkan pasar ikan yang bersih, higienis, ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perikanan melalui hilirisasi.

Komitmen itu ditegaskan saat Menteri Trenggono melakukan kunjungan kerja ke NTB, Jumat (17/7). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri meninjau pembangunan KNMP Bintaro Tahap II yang telah rampung 100 persen, sebelum melanjutkan agenda ke Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Lombok.

Usai peninjauan, Menteri KKP bersama Gubernur dan Wakil Gubernur menggelar rapat dengan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Pertemuan tersebut membahas strategi pengembangan kawasan, mulai dari penguatan hilirisasi hasil perikanan, pembentukan koperasi pengelola aktivitas ekonomi nelayan, hingga sistem pengelolaan limbah yang mampu menciptakan pasar ikan yang bersih dan bernilai ekonomi.

Menteri Sakti Wahyu Trenggono menegaskan paradigma pengelolaan pasar ikan harus berubah. Menurutnya, pasar ikan modern tidak boleh lagi identik dengan kondisi kumuh dan berbau. “Pokoknya tidak boleh bau. Mengelola limbah sampah ikan harus bagus, zero waste. Air limbah masuk ke IPAL, kemudian diolah dan dikeringkan,” tegas Trenggono.

Ia juga mengapresiasi gagasan Gubernur NTB yang akan memanfaatkan teknologi mesin dryer untuk mengolah limbah ikan menjadi produk bernilai ekonomi. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan kebijakan KKP dalam mendorong hilirisasi industri perikanan sekaligus pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.

Sementara itu, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, pembangunan KNMP Bintaro bukan sekadar menghadirkan pasar ikan modern, tetapi juga membangun ekosistem perikanan yang memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat. Ia menegaskan seluruh hasil tangkapan nelayan, termasuk limbah ikan, harus dimanfaatkan agar memiliki nilai tambah dan tidak menjadi beban bagi lingkungan.

Sebagai tahap awal, Pemerintah Provinsi NTB akan mengoperasikan mesin dryer untuk mengolah limbah ikan menjadi tepung ikan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak. “Peternak pasti akan berebut tepung ikan ini ketika sudah diproduksi. Selain menjadi langkah awal menuju zero waste, ini juga menjadi solusi yang saling menguntungkan bagi nelayan dan peternak kita,” ujar Miq Iqbal.

Menurutnya, pemanfaatan limbah ikan menjadi tepung ikan merupakan implementasi konsep ekonomi sirkular yang memungkinkan seluruh bagian hasil perikanan memiliki nilai ekonomi. Selain mengurangi pencemaran dan bau di kawasan pasar, program tersebut juga membuka peluang usaha baru, memperkuat keterkaitan sektor perikanan dan peternakan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dengan rampungnya pembangunan KNMP Bintaro Tahap II dan dukungan penuh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, kawasan tersebut dipersiapkan menjadi model nasional pengembangan pasar ikan modern yang memadukan hilirisasi industri, pengelolaan lingkungan berbasis zero waste, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemerintah berharap kolaborasi antara pemerintah pusat dan Pemprov NTB mampu melahirkan ekosistem perikanan yang lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.