Gubernur Iqbal Tawarkan Proyek Energi Hijau, Pariwisata dan Kelautan NTB kepada Dubes Oman

oleh -253 Dilihat
IMG 20260619 WA0035
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat menerima Duta Besar Kesultanan Oman untuk Indonesia, Mohamed Ahmed Salim, di Kantor Gubernur NTB. (Foto: Arief Rahman) 

KabarBaik.co, Mataram – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat kerja sama internasional guna menarik investasi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah. Dalam pertemuan dengan Duta Besar Kesultanan Oman untuk Indonesia, Mohamed Ahmed Salim, di Kantor Gubernur NTB, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memaparkan sejumlah peluang investasi strategis di sektor energi terbarukan, pariwisata, serta kelautan dan perikanan.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB. Kehadiran sejumlah perangkat daerah itu menunjukkan komitmen Pemprov NTB dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif dan terintegrasi bagi investor asing.

Di sektor energi, Gubernur Iqbal menawarkan sejumlah proyek energi hijau yang dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan. Beberapa di antaranya adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Sengkol, Lombok Tengah, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Jerowaru, Lombok Timur, hingga pemanfaatan bendungan untuk pengembangan PLTS terapung dan pembangkit listrik tenaga air skala kecil.

Selain energi terbarukan, sektor pariwisata juga menjadi fokus penawaran investasi. Pemprov NTB mempromosikan pengembangan kawasan wisata unggulan, termasuk Pantai Kerakas dengan destinasi Tujuh Mata Air Bawah Laut (Seven Spring Under Sea), Gili Gede, Mauktika Mandalika, dan Kuta Heights. Kawasan-kawasan tersebut didukung status strategis nasional, kesiapan lahan investasi, serta kemudahan perizinan yang diberikan pemerintah daerah.

Potensi investasi juga terbuka luas di sektor kelautan dan perikanan. NTB menawarkan peluang pengembangan komoditas unggulan seperti rumput laut, lobster, dan ikan air tawar. Selain itu, Pemprov NTB juga membuka peluang kerja sama untuk hilirisasi industri garam di Pulau Sumbawa dan pembangunan fasilitas pascapanen serta cold storage modern di Pelabuhan Perikanan Soromandi, Teluk Cempi guna mendukung ekspor komoditas perikanan bernilai tinggi seperti tuna dan cakalang.

Gubernur Iqbal menegaskan, NTB siap menjadi mitra investasi yang memberikan kepastian dan keberlanjutan bagi investor internasional. Dia menawarkan berbagai proyek unggulan, mulai dari pengembangan energi hijau, kawasan pariwisata berkelas dunia, hingga hilirisasi sektor kelautan dan perikanan.

“NTB memiliki potensi besar yang didukung sumber daya alam melimpah, lokasi strategis, serta komitmen pemerintah dalam memberikan kemudahan perizinan dan kepastian investasi. Kami berharap kerja sama dengan Oman dapat membuka investasi baru yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi NTB yang berkelanjutan dan menyejahterakan masyarakat,” ujar Iqbal.

Melalui pertemuan tersebut, Pemprov NTB menegaskan komitmennya untuk membangun kemitraan investasi yang saling menguntungkan dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. Kerja sama dengan Oman diharapkan tidak hanya menghadirkan aliran investasi baru, tetapi juga mempercepat pengembangan energi bersih, memperkuat daya saing sektor pariwisata, serta mendorong hilirisasi sumber daya kelautan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi NTB yang inklusif dan berkelanjutan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.