KabarBaik.co – Awal tahun 2026 dibuka dengan sinyal positif bagi masyarakat yang mencari instrumen investasi aman. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi berbagai instrumen keuangan, emas kembali menunjukkan daya tariknya sebagai aset pelindung nilai yang relatif stabil untuk jangka panjang.
Berdasarkan data per 2 Januari 2026, harga emas di Pegadaian tercatat berada di level yang cukup tinggi. Harga jual emas Pegadaian mencapai Rp 2.537.000 per gram, sementara harga buyback berada di angka Rp 2.379.000 per gram. Untuk ukuran 10 gram, emas Pegadaian dijual seharga Rp 24.745.000 dengan nilai buyback Rp 23.796.000. Selisih harga tersebut dinilai masih sehat dan memberikan peluang keuntungan, baik bagi investor pemula maupun yang telah berpengalaman.
Kondisi serupa juga terlihat pada harga emas Antam. Harga jual emas Antam tercatat sebesar Rp 2.752.000 per gram, dengan harga buyback Rp 2.377.000 per gram. Sementara untuk pecahan 10 gram, emas Antam dibanderol Rp 26.956.000 dan buyback berada di kisaran Rp 23.772.000. Perbedaan harga antara kedua produk ini menjadi salah satu pertimbangan penting bagi masyarakat dalam menentukan pilihan investasi emas yang paling sesuai.
Kepala Bagian Humas dan Protokoler PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya, Mualimin, mengatakan bahwa memasuki awal tahun, mayoritas masyarakat masih bersikap hati-hati dalam mengambil keputusan investasi.
“Awal tahun ini masyarakat cenderung wait and see. Mereka mengamati pergerakan harga emas sebelum benar-benar memutuskan untuk berinvestasi,” ujarnya, Sabtu (3/1).
Meski demikian, Mualimin menegaskan bahwa emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi dengan risiko yang relatif rendah. Dibandingkan instrumen berisiko tinggi, emas dinilai lebih stabil dan cocok untuk perencanaan keuangan jangka panjang.
“Investasi emas sangat menjanjikan dan relatif aman. Ini bisa menjadi pilihan tepat, baik untuk menabung maupun mengembangkan aset,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa Pegadaian menyediakan berbagai produk emas yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Selain untuk investasi, emas juga dapat dimanfaatkan sebagai penopang permodalan usaha melalui layanan gadai dan pembiayaan yang tersedia.
Dengan harga emas yang masih bertahan di level tinggi dan prospek yang tetap cerah, awal tahun 2026 dinilai menjadi momentum strategis bagi masyarakat untuk kembali melirik investasi emas. Di tengah sikap kehati-hatian pasar, emas kembali membuktikan dirinya sebagai aset yang tahan banting dan bernilai dalam jangka panjang.






