KabarBaik.co, Kota Batu – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Dinas Pariwisata resmi membuka gelaran Batu International Kids Film Festival (BIKFF), di Museum dan Galeri Kota Batu, Rabu (29/4). Festival film anak berskala internasional ini menjadi yang pertama kali digelar di Kota Batu, sekaligus sebagai upaya mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif, khususnya subsektor perfilman.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menyampaikan bahwa festival ini menyasar anak-anak usia sekolah dasar hingga menengah pertama. Meski baru pertama kali diselenggarakan, antusiasme peserta terbilang cukup tinggi dengan ratusan karya film yang masuk dalam proses kurasi.
“Pesertanya mencapai sekitar 200 karya dan berasal dari 23 negara, di antaranya Swedia, Ceko, Kazakhstan, serta mayoritas dari negara-negara Eropa lainnya,” ujarnya.
Ia menyebutkan, festival ini berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu (29/4) hingga Jumat (1/5). Malam puncak penganugerahan dijadwalkan digelar pada Jumat pukul 19.00 WIB di Taman Rekreasi Selecta.
Onny menjelaskan, penyelenggaraan BIKFF merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam membina 17 subsektor ekonomi kreatif, termasuk perfilman.
Dia juga mengapresiasi kontribusi sineas lokal Kota Batu, Lingga Galih Permadi, yang dinilai mampu membawa nama daerah ke kancah internasional melalui karya film. “Kami berharap anak-anak di Kota Batu dapat mengikuti jejak para sineas lokal dan terus berkarya hingga tingkat internasional,” imbuhnya.

Menurut Onny, visi Kota Batu yaitu “Mbatu SAE”, yakni mewujudkan kota yang madani, berkelanjutan, agrokreatif, terpadu, unggul, sinergi, akomodatif, dan ekologis menuju Generasi Emas 2045. Kegiatan ini diharapkan kami memiliki harapan sekaligus sebagai wujud nyata dalam pemberdayaan komunitas ekonomi kreatif bidang perfilman.
“Kgiatan ini bertujuan untuk meningkatkan jejaring komunitas dalam mendukung tujuan strategis Visi Misi Wali Kota Batu yaitu Batu Artpreneur dengan penguatan pariwisata & ekonomi kreatif serta pemberdayaan pelaku kreatif,” urainya.
Kualitas festival turut diperkuat dengan kehadiran dewan juri dari berbagai daerah dan negara. Termasuk dua juri asal Australia yang hadir sejak hari pembukaan. Selain sebagai ajang kompetisi, BIKFF juga menjadi sarana edukasi dan hiburan bagi keluarga.
Festival Director BAIK Film Fest, Lingga Galih Permadi, menjelaskan bahwa konsep kegiatan dirancang ramah anak dan keluarga, dengan berbagai agenda menarik. “Anak-anak tidak hanya menonton film di studio, tetapi juga bisa mengikuti kelas akting, kelas kreatif, hingga kegiatan wisata edukasi seperti eksplorasi kebun apel,” jelasnya.
Kegiatan festival dipusatkan di beberapa lokasi, termasuk Museum dan Galeri Kota Batu, serta akan berpuncak di Selecta pada malam penghargaan. Dalam kompetisi ini, sejumlah kategori diperebutkan, antara lain film pendek terbaik, film animasi terbaik, sutradara terbaik, hingga cerita terbaik.

Lingga menyebutkan, dari total lebih dari 216 film yang mendaftar, hanya sekitar 30 film yang lolos kurasi dan diputar selama festival. Film-film tersebut berasal dari dalam negeri maupun mancanegara, dengan konten yang mengedukasi, menginspirasi, dan ramah anak.
Festival ini mengusung tema “Nature, Nurture, Future” yang menekankan pentingnya lingkungan, pengasuhan, dan masa depan anak. BAIK Film Fest diharapkan menjadi ruang aman dan inspiratif bagi anak-anak untuk mengenal dunia perfilman sekaligus membangun empati, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Festival ini hadir di tengah masih terbatasnya tontonan anak yang edukatif di Indonesia. Kami ingin menghadirkan pengalaman menonton yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membangun karakter anak,” ungkap Lingga.
Ia menambahkan, Kota Batu dipilih sebagai lokasi festival karena dinilai memiliki lingkungan yang ideal bagi tumbuh kembang anak, mulai dari udara sejuk, alam yang asri, hingga predikat sebagai Kota Layak Anak dalam beberapa tahun terakhir.
Melalui BIKFF, diharapkan minat masyarakat terhadap film anak semakin meningkat, sekaligus memacu lahirnya lebih banyak karya film anak di Indonesia. Pemerintah Kota Batu pun menargetkan festival ini dapat menjadi agenda rutin tahunan dengan jangkauan yang semakin luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. (*)







