KabarBaik.co – Sebanyak enam belas anggota baru Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Unit Institut Teknologi dan Sains Mandala (ITS Mandala) Jember sukses menyelesaikan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Lapang.
Kegiatan yang menguji ketangguhan fisik dan mental ini berlangsung di tengah hutan pohon karet Perkebunan Durjo, Desa Karangpring, Kecamatan Sukoambi, Jember.
Selama tiga hari penuh, para anggota baru digembleng langsung dalam praktik materi kunci kepalangmerahan, yang meliputi Pertolongan Pertama, Kesehatan Keluarga, dan Dapur Umum.
Pelaksanaan Diklatsar Lapang ini dikenal dengan tantangannya, terutama karena lokasi yang memiliki akses jalan terjal, berbatu, dan licin. Tantangan semakin berat dengan adanya guyuran hujan yang terjadi hampir setiap hari selama kegiatan berlangsung.
“Alhamdulillah mereka tetap semangat mengikuti diklatsar lapang di tengah hutan karet, meskipun cuaca ekstrem menyambut kedatangan kami,” ujar Alfina Damayani, Kamis (20/11).
Ketua KSR PMI Unit ITS Mandala Jember, saat ditemui oleh Narto, salah satu pengurus PMI Kabupaten Jember.
Alfina menceritakan, rombongan harus berjuang sejak awal. Hujan deras yang turun membuat truk pengangkut peserta dan panitia tidak berani melanjutkan perjalanan dengan muatan penuh.
“Akhirnya semua peserta dan panitia harus berjalan kaki sekitar 2 kilometer dengan jalan yang licin dan berbatu. Truk hanya membawa sarana dan prasarana diklat saja,” katanya.
“Awalnya kami berencana di tepi sungai. Namun, karena air sungai keruh dan tinggi akibat hujan, lokasi pendirian tenda dipindah ke tempat yang lebih tinggi,” tambah Alfina.
Kegiatan ini didampingi oleh belasan pengurus KSR PMI Unit ITS Mandala Jember, serta dua pendamping dari Markas PMI Kabupaten Jember, Ahmad Fauzi dan Andre Ferdiansyah.
Ahmad Fauzi memastikan bahwa Diklatsar Lapang berjalan lancar.
“Sampai hari ini Alhamdulillah lancar. Hanya ada satu dua yang sakit, namun sudah kembali pulih,” kata Fauzi.
Sementara itu, Andre Ferdiansyah menjelaskan fokus utama pelatihan adalah membuat anggota baru mempraktikkan keterampilan secara nyata dan mandiri. Khusus untuk sesi Dapur Umum, peserta dituntut untuk mengelola kebutuhan logistik mereka sendiri.
“Mereka masak sendiri sesuai kebutuhan masing-masing, baik untuk peserta maupun panitia,” jelas Andre, menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam menghadapi situasi darurat dan keterbatasan.
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, menegaskan pentingnya kegiatan regenerasi relawan ini.
“KSR PMI di kampus-kampus, salah satunya KSR PMI Unit ITS Mandala, adalah bagian vital dari relawan PMI Kabupaten Jember. Diklatsar ini sangat penting untuk menyiapkan relawan yang berkualitas, tangguh, dan profesional,” ujar Zainollah.
Ia menambahkan, Diklatsar Lapang ini bertujuan utama membentuk karakter anggota KSR yang siap siaga dan memiliki keterampilan mumpuni.
“Agar KSR memiliki keterampilan yang mumpuni dalam menghadapi kondisi darurat di berbagai medan, sesuai dengan semangat kemanusiaan PMI,” pungkasnya. (*)







