KabarBaik.co – Dinas Sosial Kota Kediri buka suara terkait tewasnya kakak beradik MB, 14 tahun dan BN, 7 tahun yang diduga dibunuh oleh ibu kandungnya bernama Ida dengan terindikasi gangguan kejiwaan, Selasa (3/9).
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Paulus Luhur Budi Prasetyo mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemantauan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kota Kediri dan sudah dilakukan pengawasan sejak lama.
Hanya saja, karena Ida Nurhayati masih mengalami depresi, Dinas Sosial Kota Kediri melakukan pendampingan untuk berobat. Tetapi, dari pihak keluarga memilih berobat melalui nonmedis.
Menurutnya, ODGJ yang memiliki tingkat tidak mengganggu masyarakat, maka dikembalikan pada pihak keluarga.
Namun, jika kondisinya membahayakan maka akan dirujuk Dinas Sosial ke rumah sakit jiwa secara gratis. Ida termasuk kategori depresi yang terkadang kambuh, terkadang sembuh.
Dinas Sosial akan memberikan bantuan pada keluarga korban pembunuhan di Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri, masing-masing korban sebesar Rp 2 juta.
“Dinas Sosial akan memberikan bantuan pada keluarga korban pembunuhan di Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan data dari Dinas Sosial Kota Kediri, keluarga tersebut sudah masuk dalam daftar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sehingga, keluarga tersebut sudah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Kediri.
Warga Lingkungan Melikan, Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri, pada Selasa (3/9) pagi geger. Dua orang kakak adik ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumah.
Korban adalah Balya siswa kelas 2 MTS dan adiknya Binti siswi kelas 1 SD. Kakak adik tersebut diduga dibunuh oleh ibunya sendiri, Ida. (*)






