Dinsos Turun Tangan, Terungkap BLT Arifin Penyandang Disabilitas Jombang Ternyata Masih Aktif

oleh -161 Dilihat
aa3238d3 b3fe 4cd7 9b3a 006a248fc9cb
Petugas Dinsos saat mendatangi rumah kakak ipar Mohamad Arifin penyandang disabilitas Jombang (istimewa)

KabarBaik.co – Dinas Sosial (Dinsos) Jombang turun tangan mengecek bantuan sosial milik Mohamad Arifin, 34 tahun, penyandang disabilitas asal Desa Mojokrapak, Tembelang, yang kini dirawat kakak iparnya di Desa Menganto, Mojowarno. Keluarga yang merawat mengaku tak mengetahui bahwa Arifin masih tercatat sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Kondisi Arifin memprihatinkan. Sejak setahun terakhir ia hanya dapat terbaring lemah di kasur dan tidak merespons percakapan. Petugas Dinsos juga sudah mendatangi rumah kakak iparnya untuk melakukan pengecekan bantuan.

Elik Narodo, 39, kakak ipar yang merawat Arifin, mengatakan dirinya tidak pernah tahu bahwa Arifin menerima BLT bulanan Rp 200 ribu yang cair tiga bulan sekali, termasuk BLT Rp 900 ribu.

“Tadi dari Dinsos ke sini untuk ngecek BLT. Ternyata Arifin itu sebenarnya dapat BLT, tapi saya sebagai yang merawat nggak tahu. Saya nggak megang KTP, KK, kartu, atau berkas lainnya,” ujar Elik.

Dinas Sosial Jombang memberikan penjelasan resmi usai melakukan asesmen lapangan, bahwa informasi yang beredar terkait Mohamad Arifin yang katanya tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah itu tidak benar.

Berdasarkan penelusuran Tim URC Dinsos bersama Pemdes Mojokrapak dan Pemdes Menganto, Mohamad Arifin masih tercatat sebagai penerima aktif beberapa program perlindungan sosial, antara lain. Program Sembako. BLTS Kesra. PBI-N (BPJS Kesehatan gratis)

Data bantuan tersebut masih melekat pada Kartu Keluarga almarhum ibunya, Sjamsiyah, yang meninggal pada April 2025.

Setelah ditinggal ibunya, Arifin sempat tinggal sendirian di Mojokrapak sebelum dijemput kakak iparnya dan pindah ke Menganto pada September 2025.

Perpindahan domisili inilah yang membuat keluarga tidak mengetahui bahwa bantuan atas nama Arifin masih berjalan.

“Bantuan untuk keluarga Arifin sebenarnya sudah berjalan. Hanya terjadi kurangnya komunikasi dan informasi sehingga mereka mengira tidak menerima apa pun,” kata Kepala Dinsos Jombang, Agung Hariadi dalam keterangannya pada Kamis (27/11).

Dinsos menegaskan siap membantu menerbitkan ulang kartu merah putih (kartu BLT) jika dokumen lama hilang atau tidak diketahui keberadaannya. Selain itu, Dinsos juga menelusuri dokumen lain seperti Kartu Sembako dan data PBI-N yang masih melekat pada KK lama.

“Kami memastikan tidak ada warga miskin di Jombang yang dibiarkan tanpa perhatian. Setiap laporan kami tindak lanjuti,” ujar Agung.

Ia juga mengimbau masyarakat agar memverifikasi informasi sebelum menyimpulkan kondisi seseorang, terutama terkait bantuan pemerintah. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.