Diprediksi Ekonom Jerman Juara, Ini Spirit dan Kedalaman Skuad Belanda di Piala Dunia 2026

oleh -75 Dilihat
TIMNAS BELANDA

KabarBaik.co, Jakarta- Setelah puluhan tahun dikenal sebagai “raja tanpa mahkota” sepak bola dunia, Timnas Belanda kembali menatap Piala Dunia 2026 dengan mimpi yang belum pernah tercapai sepanjang sejarah mereka. Yakni, menjadi juara dunia untuk kali pertama.

Oranje datang ke turnamen yang digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat dengan kombinasi skuad muda penuh energi serta pemain senior berpengalaman. Di bawah komando Ronald Koeman, Belanda kembali diyakini sebagai salah satu kekuatan besar Eropa yang siap memberi ancaman serius.

Meski hanya berasal dari negara dengan populasi sekitar 18 juta jiwa, Belanda tetap konsisten menjadi kekuatan elite sepak bola dunia. Berdasarkan catatan FIFA, Oranje telah tampil dalam tiga final Piala Dunia dan hampir selalu mampu melangkah ke fase gugur sejak era 1974.

Kini, harapan besar kembali tumbuh.

Ronald Koeman menjalani periode keduanya sebagai pelatih Timnas Belanda sejak Januari 2023 setelah menggantikan Louis van Gaal yang pensiun usai Piala Dunia 2022 Qatar. Sosok Koeman bukan nama asing bagi sepak bola Belanda maupun Eropa.

Selain pernah memperkuat Belanda di Piala Dunia 1990 dan 1994, Koeman juga dikenal sebagai salah satu pelatih berpengalaman yang pernah menangani klub-klub besar seperti Barcelona, PSV Eindhoven, Ajax, Benfica, hingga Everton.

Di tangan Koeman, Belanda tampil meyakinkan selama babak kualifikasi Piala Dunia 2026. Oranje lolos sebagai tim dominan di Grup G Kualifikasi UEFA setelah mencatat enam kemenangan dan dua hasil imbang dari delapan pertandingan tanpa kekalahan.

Kepastian tiket ke putaran final diraih usai kemenangan telak 4-0 atas Lithuania pada 17 November. Sepanjang fase kualifikasi, Belanda hanya kehilangan poin melalui dua hasil imbang 1-1 melawan Polandia.

Produktivitas mereka juga menjadi sorotan. Dari delapan pertandingan, Belanda mencetak 27 gol dan hanya kebobolan empat kali.

Pada putaran final nanti, Belanda tergabung di Grup F bersama Jepang, Swedia, dan Tunisia. Grup ini diprediksi tidak mudah karena setiap lawan memiliki karakter permainan berbeda.

Belanda akan membuka perjalanan mereka menghadapi Jepang pada 14 Juni 2026 di Dallas Stadium. Setelah itu, Oranje dijadwalkan bertemu Swedia pada 20 Juni di Houston Stadium sebelum menghadapi Tunisia pada 25 Juni di Kansas City Stadium.

Kekuatan utama Belanda kali ini tetap berada pada kedalaman skuad yang merata di semua lini. Di posisi penjaga gawang, Bart Verbruggen dan Mark Flekken diperkirakan bersaing menjadi pilihan utama.

Sektor pertahanan dipimpin kapten Virgil van Dijk yang kemungkinan berduet dengan Micky van de Ven. Belanda juga memiliki banyak opsi di posisi fullback lewat kehadiran Jurrien Timber, Denzel Dumfries, Jeremie Frimpong, hingga Ian Maatsen. Sementara Matthijs de Ligt masih berpeluang menjadi bagian penting tim apabila pulih dari cedera.

Di lini tengah, kreativitas permainan Oranje akan bertumpu pada Frenkie de Jong, Tijjani Reijnders, Ryan Gravenberch, dan Teun Koopmeiners.

Adapun di lini depan, absennya Memphis Depay akibat cedera menjadi kehilangan besar. Untuk menutup kekosongan tersebut, Belanda akan mengandalkan Cody Gakpo, Wout Weghorst, dan Donyell Malen sebagai sumber gol utama.

Belanda sendiri memiliki sejarah panjang di Piala Dunia. Mereka pertama kali tampil pada edisi 1934 di Italia, namun langsung tersingkir setelah kalah 2-3 dari Swiss.

Setelah kembali tampil pada 1938, Belanda harus menunggu selama 36 tahun untuk kembali ke panggung dunia pada 1974. Sejak saat itu, Oranje menjelma menjadi salah satu tim paling disegani dalam sepak bola internasional.

Prestasi terbaik mereka hadir ketika menjadi runner-up pada Piala Dunia 1974, 1978, dan 2010.

Pada final 1974, tim yang dipimpin Johan Cruyff kalah 1-2 dari Jerman Barat. Empat tahun kemudian, Belanda kembali gagal setelah takluk 1-3 dari Argentina lewat babak tambahan waktu.

Kesempatan emas kembali hadir di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Namun gol Andres Iniesta pada babak extra time membuat Spanyol menang tipis 1-0 dan kembali memupus mimpi Oranje.

Di Piala Dunia 2022 Qatar, Belanda juga menunjukkan performa kompetitif. Mereka lolos sebagai juara grup yang dihuni Senegal, Ekuador, dan Qatar sebelum menyingkirkan Amerika Serikat 3-1 di babak 16 besar.

Langkah Oranje kemudian dihentikan Argentina lewat adu penalti dramatis setelah bermain imbang 2-2 hingga perpanjangan waktu. Dalam laga itu, Wout Weghorst menjadi pahlawan setelah mencetak dua gol penting, termasuk gol penyama kedudukan pada menit akhir injury time.

Sepanjang sejarah Piala Dunia, Belanda telah tampil dalam 12 edisi dengan total 55 pertandingan. Oranje mencatat 30 kemenangan, 14 hasil imbang, dan 11 kekalahan dengan torehan 96 gol serta kebobolan 52 kali.

Johnny Rep masih tercatat sebagai top skor Belanda di Piala Dunia dengan tujuh gol. Sementara rekor penampilan terbanyak dipegang Wesley Sneijder dan Robin van Persie yang sama-sama tampil dalam 17 pertandingan.

Belanda juga dikenal lewat sejumlah momen ikonik di Piala Dunia, mulai dari “Cruyff Turn” milik Johan Cruyff pada 1974, gol spektakuler Dennis Bergkamp ke gawang Argentina pada 1998, hingga sundulan terbang Robin van Persie saat menghadapi Spanyol pada 2014.

Kini, dengan generasi baru yang kembali menjanjikan, publik Belanda berharap kisah panjang Oranje tak lagi berhenti sebagai finalis. Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan baru untuk menghapus label “nyaris juara” dan akhirnya mengangkat trofi paling bergengsi di sepak bola dunia. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.