KabarBaik.co, Nganjuk – Suleni, seorang buruh tani warga Desa Bukur, Patianrowo, bersama tiga anaknya tinggal dirumah reyot berdinding anyaman bambu yang sudah lapuk selama 15 tahun. Rasa was-was kerap muncul, terutama saat musim hujan tiba.
Suleni khawatir rumahnya roboh. Kondisi memprihatinkan yang dialaminya mendapat tanggapan dari Pemkab Nganjuk, dengan berkolaborasi bersama BAZNAS Nganjuk, dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PRKPP) akan merenovasi rumahnya.
“Kami telah melakukan assessment lapangan untuk mengetahui secara langsung kondisi bangunan rumah yang ditempati warga tersebut,” ujar Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PRKPP) Nganjuk, Mashudi Nurul Huda, Selasa (17/3).
Kondisi bangunan yang ditempati Suleni sungguh tidak layak. Dinding dari anyaman bambu tidak hanya lapuk, namun beberapa bagian bahkan telah berlubang dan hanya diperbaiki secara seadanya oleh keluarga. Struktur yang tidak kuat tersebut tidak hanya menjadi masalah fisik, tetapi juga beban psikologis bagi penghuninya sehari-hari.
“Setelah proses penilaian selesai, kami berkoordinasi dengan BAZNAS agar penanganan dapat segera dilakukan sehingga keluarga tersebut dapat segera memperoleh bantuan yang dibutuhkan,” tambahnya.
Tim Dinas PRKPP tidak hanya melakukan peninjauan langsung, tetapi juga melakukan penilaian mendetail terkait tingkat kerusakan bangunan. Penilaian ini menjadi dasar penting untuk menentukan kelayakan rumah dalam memperoleh bantuan program dari pemerintah, serta memastikan bahwa intervensi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan aktual keluarga Suleni.
Kerjasama erat telah dilakukan antara Pemkab Nganjuk dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk untuk mewujudkan bantuan renovasi rumah tersebut. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat proses pemberian bantuan, sehingga keluarga Suleni tidak perlu lagi menunggu lama untuk mendapatkan tempat tinggal yang aman dan layak.
“Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup dan ketersediaan hunian layak bagi seluruh masyarakat Nganjuk,” pungkas pihak Pemkab Nganjuk dalam pernyataannya.
Pemerintah daerah juga menegaskan akan terus merespons berbagai laporan dari masyarakat maupun isu yang muncul di media sosial, khususnya yang berkaitan dengan kondisi sosial dan kesejahteraan warga Nganjuk. (*)







