KabarBaik.co – Dinas Perhubungan (Dishub) Banyuwangi menyiapkan skema pengaturan untuk menata operasional becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto. Skema tersebut meliputi pendataan, pembentukan paguyuban, penentuan pangkalan, tarif, hingga penyediaan lokasi pengisian daya (charging).
Kepala Dishub Banyuwangi, Komang Sudira Atmaja, mengatakan tahapan awal yang dilakukan adalah penyamaan data penerima becak listrik bersama Gerakan Solidaritas Nusantara (GSN) selaku yayasan penyalur bantuan.
“Koordinasi ini untuk penyamaan data, karena kesamaan data penting untuk memudahkan pembinaan,” kata Komang, Senin (26/1).
Menurutnya, seluruh penerima becak listrik nantinya akan dihimpun dalam satu paguyuban agar lebih mudah dipantau perkembangan dan kebutuhannya, baik untuk perbaikan maupun penguatan usaha. Dishub juga akan memetakan lokasi pangkalan masing-masing pengemudi.
“Kita akan koordinasikan mereka biasanya mangkal di mana. Tempatnya nanti kita atur supaya bisa sekaligus menjadi lokasi nge-charge,” ujarnya.
Komang menambahkan, salah satu lokasi pangkalan yang sudah terdata berada di Pasar Rogojampi. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi agar kantor koperasi di pasar tersebut dapat dimanfaatkan sebagai tempat pengisian daya.
Mendatang, Dishub menargetkan pangkalan becak listrik tersebar hingga tingkat kecamatan, baik di fasilitas milik pemerintah maupun lokasi strategis lain seperti stasiun.
“Kita juga akan koordinasi dengan kepala stasiun supaya menyediakan tempat nge-charge,” katanya.
Selain itu, Dishub membuka peluang agar operasional becak listrik terintegrasi dengan layanan daring (online). Namun, Komang mengakui masih ada tantangan, terutama terkait penetapan tarif yang mengikuti sistem jarak tempuh seperti pada layanan online.
“Nanti akan kita coba hubungkan dengan operator online. Yang sulit itu ketika harga ditetapkan harga berjalan seperti jarak online, jadi harus ada kesepakatan dulu melalui paguyuban,” jelasnya.
Terkait aspek keselamatan dan regulasi, tahapan itu masiha perlu dibahas dengan Satlantas Polresta Banyuwangi. “Karena ini mengangkut penumpang, pengamanan dan keselamatan adalah yang utama. Kami akan koordinasi dengan Kasatlantas untuk proses selanjutnya,” pungkas Komang.







