KabarBaik.co, Malang – Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Malang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk Produktif dan Bijak dengan AI (Artificial Intelligence), Kamis (30/4). Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan literasi digital masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital yang kian sulit dibendung.
Kepala Diskominfo Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, menegaskan bahwa tantangan utama saat ini bukan hanya perkembangan teknologi, tetapi juga derasnya penyebaran informasi yang berpotensi menyesatkan. “Arus informasi digital itu terbuka dan sangat cepat menyebar. Apa yang terjadi di tingkat nasional bahkan global bisa langsung sampai ke daerah, termasuk ke masyarakat di Kota Malang,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat harus memiliki kemampuan untuk memilah informasi secara kritis, terlebih dengan hadirnya teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin canggih. “Sering kali masyarakat kesulitan membedakan mana yang asli dan mana yang hasil manipulasi. Ini yang menjadi tantangan besar di era digital saat ini,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, kasus penyalahgunaan AI mengalami peningkatan signifikan, bahkan hingga ribuan persen. Bentuknya beragam, mulai dari video deepfake, kloning suara untuk penipuan, hingga manipulasi konten di sektor politik dan keuangan.
Meski demikian, di Kota Malang sendiri belum ditemukan kasus yang menonjol secara data. Namun, ia mengingatkan bahwa derasnya arus informasi digital membuat potensi tersebut tetap harus diwaspadai. “Fenomena ini tidak mengenal batas wilayah. Karena itu, masyarakat perlu dibekali kemampuan mitigasi sejak dini agar tidak mudah terjebak hoaks maupun penipuan digital,” tegasnya.
Bimtek ini diikuti 114 peserta pada tahap pertama dari total 308 peserta yang direncanakan. Pelatihan dibagi dalam tiga sesi karena keterbatasan anggaran, dengan peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga hingga lansia. Materi yang diberikan disusun secara bertahap, mulai dari pengenalan dasar AI hingga praktik sederhana agar mudah dipahami oleh seluruh peserta.
Melalui kegiatan ini, Diskominfo Kota Malang berharap masyarakat tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menjadi pengguna teknologi yang produktif dan bijak di tengah derasnya arus informasi digital. “Dengan pemahaman yang baik, masyarakat bisa memanfaatkan AI untuk hal positif sekaligus mampu menangkal konten yang menyesatkan,” tandasnya. (*)








