Disopiri Anak, Mobil Terguling di Tol, Ibu Anggota DPRD Meninggal

Editor: Hardy
oleh -672 Dilihat

KabarBaik.co- Mendung duka tengah memayungi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Juga, Fatayat Nahdlatul Ulama (NU). Rabu (3/4) kemarin, salah seorang kader terbaiknya telah tutup usia. Dia adalah Erni Sugiyanti, anggota DPRD Jawa Barat dari PKB. Perempuan yang juga Dewan Kehormatan PP Fatayat NU itu meninggal setelah mengalami kecelakaan di KM 92.700 Tol Cipali.

Ucapan duka cita pun mengalir dari berbagai kalangan. Termasuk dari PBNU. Rais Am KH Miftahul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mendoakan. “Semoga almarhumah husnul khatimah, perjuangan serta amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT. Alfatihah,” demikian unggahan di akun IG Nahdlatul Ulama.

Baca juga:  Mendung Duka, Sekjen PB PMII Berpulang, Ini Harapan Terakhirnya untuk Kader Muda NU

Begitu pun di akun IG DPP PKB dan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar. “Kita semua bersaksi bahwa Ibu Erni adalah orang baik.”

Informasi yang dihimpun, Erni mengalami kecelakaan di ruas tol Cipali, kemarin siang. Minibus dengan nopol F 1242 FB, yang ditumpangi korban terguling di KM 92.700, Kecamatan Kalijati, Subang, Jawa Barat.

Mobil itu dikemudikan Naufal Rizki Ramdani, 19, anak kandung Erni. Kecelakaan bermula ketika kendaraan melaju dari arah Palimanan menuju Jakarta. Kabarnya, almarhumah hendak pulang dari agenda kunjungan kerja di Majalengka, Jawa Barat.

Nah, tiba-tiba di KM 92.700, minibus oleng ke kanan hingga posisi terbalik. Dugaan mengarah pengemudi mengantuk. Dalam foto yang beredar, kendaraan sampai rinngsek. Erni dikabarkan mengalami luka serius di kepala bagian belakang. Adapun anaknya juga mengalami luka sedang. Korban langsung dirujuk ke RS Harmoni Subang. Nahas, nyawa tokoh perempuan berusia 50 tahun itu tidak tertolong.

Baca juga:  Ketua PWNU Jatim dicopot, PBNU: Tak ada kaitan dengan politik

Erni menjadi anggota DPRD Jabar sejak 2014. Alumnus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu kembali terpilih dalam Pemilu 2024 dari Dapil Jabar VI (Kabupaten Bogor). Selama ini, Erni yang lahir di Jakarta pada 17 Februari 1974 itu aktif dalam kegiatan-kegiatan keormasan dan kepartaian. Mantan staf ahli di DPR RI itu juga dikenal cukup vokal dalam menyuarakan kepentingan publik dan masalah-masalah perempuan.

Baca juga:  Rahmat dalam Perbedaan Awal Puasa, Muhammadiyah 11 Maret, NU-Pemerintah 12 Maret

Yang membuat sejumlah rekannya merinding, pada 15 Maret 2024 lalu, ia menuliskan dalam akun IG nya sebuah kalimat “misteri”. Bunyinya: “Begitu hati menjadi terlalu berat. Hanya bisa terdiam. Benar-benar diam….”

Tidak diketahui maksud kalimat terakhir yang diunggah almarhumah tersebut. Yang jelas, dalam kolom komentar banjir komentar duka dan doa untuk almarhumah. Kini, Erni pun benar-benar diam selamanya. Sugeng tindak Ning. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.