KabarBaik.co, Jember– Kelompok pemuda yang tergabung dalam Gayasan Squad di Dusun Gayasan, Desa Jenggawah, Jember, menciptakan inovasi inspiratif. Mereka menyulap sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) alternatif.
Aksi ini dilakukan sebagai langkah nyata mengatasi persoalan limbah sekaligus memberikan solusi energi di tingkat lokal.
Gagasan ini dimulai setahun lalu oleh para pemuda setempat yang resah melihat tumpukan sampah plastik yang sulit terurai di lingkungan mereka.
Koordinator Gayasan Squad, Ahmad Syaifuddin atau yang akrab disapa Asep itu menjelaskan bahwa timnya menggunakan metode pirolisis untuk mengolah sampah plastik kering.
Proses ini melibatkan pembakaran dalam wadah tertutup tanpa oksigen dengan suhu tinggi.
Ia menjelaskan bahwa suhu pembakaran mencapai 350°C hingga 550°C. Untuk durasi Sekitar 6 jam menggunakan bahan bakar kayu. Setelah itu, minyak mentah hasil pirolisis disuling kembali selama 1 jam untuk memisahkan jenis bahan bakar.
“Dari proses penyulingan ini, kami menghasilkan solar, premium, dan minyak tanah. Ada juga gas yang dihasilkan, namun karena belum memiliki penampung, saat ini gas tersebut dialirkan kembali untuk membantu proses pembakaran di drum peleburan,” ujar Asep, Minggu (19/4).
Inovasi ini memiliki tingkat efisiensi yang cukup tinggi. Dari 10 kilogram sampah plastik, Gayasan Squad mampu menghasilkan sekitar 9 liter minyak mentah.
Adapun komposisi hasil akhirnya adalah60 persen Solar, 15 persen Premium, 10 persen Minyak Tanah dan 5 persen Gas.
Terkait kualitas, Asep menyebutkan bahwa berdasarkan riset literatur, BBM jenis premium dari plastik memiliki angka oktan (RON) yang cukup tinggi, berkisar antara 92,5 hingga 100.
Meski begitu, ia mengakui pihaknya masih memerlukan uji laboratorium mandiri untuk memastikan standar teknisnya secara presisi.
Tak hanya BBM, proses ini juga menghasilkan residu berupa karbon yang dapat diolah menjadi briket atau bahan kerajinan.
“Semua sampah sebenarnya bisa dimanfaatkan. Sampah organik keras bisa jadi briket, sedangkan plastik menjadi solar. Fokus kami saat ini adalah menyelesaikan masalah sampah di Jember,” tambah Asep.
Meski memiliki potensi ekonomi yang besar, Gayasan Squad menegaskan bahwa fokus utama mereka saat ini adalah pelestarian lingkungan, bukan komersialisasi skala besar. Saat ini, BBM yang dihasilkan digunakan untuk membantu kebutuhan warga sekitar, seperti bahan bakar mesin pompa air dan diesel pertanian.
Ke depannya, kelompok ini berencana meningkatkan kapasitas produksi dan menyempurnakan teknologi agar seluruh hasil sampingan, termasuk gas, dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kemandirian energi desa. (*)






