KabarBaik.co, Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember kembali menunjukkan komitmen besar di sektor pendidikan. Melalui program Beasiswa Cinta Bergema tahun 2026, Pemkab Jember resmi mengalokasikan anggaran fantastis sebesar Rp 59 miliar yang bersumber dari APBD.
Langkah ini diambil sebagai strategi utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperluas akses bangku kuliah bagi masyarakat.
Bupati Jember Muhammad Fawait, menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang krusial. Baginya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur fisik, tetapi juga dari kualitas generasi muda yang mengenyam pendidikan tinggi.
“Pendidikan adalah instrumen paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan,” ujar Gus Fawait, Sabtu (18/7).
Beasiswa Cinta Bergema ditargetkan menyasar 4.200 mahasiswa dan calon mahasiswa. Mereka nantinya dapat melanjutkan studi di berbagai universitas, institut, maupun sekolah tinggi di seluruh Indonesia yang telah bermitra dengan Pemkab Jember.
“Anggaran sekitar Rp 59 miliar kami siapkan untuk menjamin biaya kuliah dan pendaftaran putra-putri Jember, baik yang berprestasi maupun yang kurang mampu,” imbuh Bupati.
Secara umum, para penerima akan mendapatkan bantuan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) sesuai dengan ketentuan perguruan tinggi masing-masing.
Namun, Pemkab Jember memberikan perhatian khusus (afirmasi) kepada tiga kelompok prioritas, yaitu keluarga kurang mampu (afirmasi ekonomi), mahasiswa dari kalangan santri dan penyandang disabilitas
Istimewanya, ketiga kelompok prioritas ini tidak hanya mendapatkan bantuan UKT, melainkan juga disokong oleh bantuan biaya hidup (living cost) hingga lulus.
Program tahun 2026 ini merupakan keberlanjutan dari capaian tahun lalu yang telah sukses menyokong sekitar 7.000 mahasiswa asal Jember. Demi memberikan kemudahan, Pemkab Jember kini memangkas birokrasi bagi mahasiswa penerima beasiswa tahun 2025 yang ingin memperpanjang haknya.
Penerima lama tidak perlu lagi menguras energi untuk mengikuti seleksi atau ujian ulang. Mereka cukup melakukan daftar ulang dengan melengkapi administrasi yang jauh lebih sederhana.
“Penerima beasiswa tahun 2025 tidak perlu ujian kembali. Cukup mendaftar ulang dan menyerahkan surat keterangan masih aktif kuliah,” tegas Gus Fawait.
Tak puas hanya di dalam negeri, Pemkab Jember rupanya mulai menatap peluang kerja sama beasiswa luar negeri. Meski belum bisa dieksekusi tahun ini karena terganjal kendala regulasi, beberapa kampus top dunia seperti Universitas Al-Azhar di Mesir serta sejumlah perguruan tinggi di China sudah masuk ke dalam radar kerja sama masa depan.
Kampus-kampus tersebut dipilih karena dinilai memiliki kualitas akademik jempolan dengan biaya yang kompetitif. Gus Fawait juga memberikan atensi khusus pada dunia pendidikan dasar dan menengah.
Ia mengingatkan seluruh sekolah di Jember agar memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bersih dari segala bentuk pungutan liar (pungli), sehingga tidak menambah beban finansial orang tua murid.(*)






