Disparbud Kabupaten Malang Tegaskan Pengelola Wisata Pantai Wajib Punya SOP Keamanan

oleh -152 Dilihat
IMG 20260508 WA0021
Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang. (Foto: P. Priyono) 

KabarBaik.co, Malang – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, menegaskan seluruh pengelola wisata pantai di Malang Selatan wajib memiliki standar operasional prosedur (SOP) keamanan yang jelas. Termasuk petugas keamanan yang bertanggung jawab di lokasi wisata.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul insiden perusakan kendaraan wisatawan asal Surabaya di kawasan Pantai Wediawu, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Selasa (5/5) dini hari. Menurut Firmando, kejadian tersebut menjadi perhatian serius karena penginapan tempat wisatawan menginap diketahui belum melengkapi perizinan dan baru mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Artinya petugas keamanan dari pengelola wisata ini harus jelas, SOP-nya harus jelas. Nah ini pentingnya perizinan yang mengatur SOP,” ujar Firmando, Jumat (8/5). Ia menilai lemahnya pengamanan di lokasi wisata menjadi salah satu faktor yang menyebabkan insiden tersebut bisa terjadi.

Karena itu, Disparbud Kabupaten Malang akan kembali mengumpulkan seluruh pengelola wisata pantai untuk pembinaan terkait legalitas usaha dan sistem keamanan wisata. Firmando mengungkapkan, saat ini terdapat 33 titik pantai di wilayah Malang Selatan yang memiliki pengelola wisata.

Sebelumnya, pihaknya sudah sempat mengundang seluruh pengelola menjelang libur Lebaran, namun tidak semuanya hadir. “Kemarin sebelum libur Lebaran kita coba mengundang 33 pengelola pantai, yang datang itu ada 27 pengelola. Nanti kami berencana untuk mengumpulkan kembali untuk pembinaan terkait perizinan,” ungkap Firmando.

Selain pembinaan terhadap pengelola wisata, Disparbud juga berkoordinasi dengan Satpol PP dan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Tirtoyudo untuk meningkatkan pengawasan keamanan di kawasan pantai melalui peran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).

Menurut Firmando, Satlinmas diharapkan aktif memantau aktivitas wisatawan maupun kelompok masyarakat yang dinilai mencurigakan agar potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini. “Satlinmas itu memantau pergerakan wisatawan di daerahnya, termasuk apabila ada gerombolan masyarakat yang tidak jelas dan tidak teridentifikasi agar melakukan pelarangan,” tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.