DLHK Sidoarjo Siap Cabut Izin Perusahaan Jika Limbah B3 Terbukti Cemari Sungai Bono

oleh -517 Dilihat
43575226 3e54 4be0 8de7 7ca0ec08e61f
Petugas DLHK Sidoarjo saat ambil sampel air Sungai Bono. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo menindaklanjuti dugaan pencemaran Sungai Bono di Desa Sedati Gede, Kecamatan Sedati. Pada Senin (19/1), petugas DLHK turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengambilan contoh uji air di sejumlah titik aliran sungai.

Pengambilan sampel dilakukan menyusul keluhan warga terkait munculnya busa, bau menyengat, serta temuan ikan mati di Sungai Bono yang diduga akibat pembuangan limbah.

Pengawas Lingkungan Ahli Muda DLHK Sidoarjo Retno Winahyu, mengatakan sampel air diambil di tiga titik strategis, yakni satu titik di hulu (upstream) dan dua titik di hilir (downstream) sungai. Penentuan titik tersebut dilakukan karena Sungai Bono memiliki dua percabangan aliran.

“Hari ini kami melakukan pengambilan contoh uji air di tiga titik dari Sungai Bono, satu titik upstream dan dua titik downstream,” ujar Retno.

Menurut Retno, sampel air yang telah diambil akan diuji di laboratorium untuk mengetahui kandungan dan tingkat pencemaran air sungai. Proses uji laboratorium tersebut diperkirakan memerlukan waktu sekitar 14 hari kerja sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Uji laboratorium sesuai SOP membutuhkan waktu kurang lebih 14 hari kerja untuk mengetahui kandungan air sungai,” jelasnya.

Apabila hasil uji menunjukkan adanya pencemaran, DLHK akan mencocokkan hasil tersebut dengan jenis dan karakteristik limbah pabrik yang berada di sekitar aliran Sungai Bono.

“Jika memang terbukti tercemar, hasil uji lab akan kami cocokkan dengan limbah pabrik yang ada di sekitar Sungai Bono,” tambah Retno.

Sementara itu, salah satu warga sekitar, Kiki Eko, 36, mengatakan pencemaran Sungai Bono kerap terlihat pada dini hari dan sangat mengganggu warga. “Biasanya muncul dini hari, airnya hitam berminyak, ada busa putih, dan baunya menyengat sekali,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah kejadian tersebut warga juga menemukan banyak ikan mati mengapung di sungai, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan dampak pencemaran bagi lingkungan dan sumber air warga.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.