Dorong UMKM Naik Kelas, Polytron–Populix Ungkap Strategi Berbasis Riset

oleh -214 Dilihat
Polytron dan Populix yang meluncurkan riset bertajuk UMKM Handbook: Panduan UMKM Naik Level di Surabaya.
Sekitar 80 persen pelaku UMKM di Indonesia masih berada pada tahap perintis.

KabarBaik.co, Surabaya – Upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar naik kelas terus diperkuat. Salah satunya melalui kolaborasi Polytron dan Populix yang meluncurkan riset bertajuk UMKM Handbook: Panduan UMKM Naik Level di Surabaya.

Buku panduan ini menyajikan potret nyata kondisi UMKM, khususnya sektor kuliner, sekaligus membongkar berbagai asumsi yang selama ini kerap menghambat pertumbuhan usaha.

Riset tersebut juga merumuskan langkah strategis agar pelaku UMKM dapat berkembang secara lebih terukur dan berkelanjutan.

Berdasarkan temuan riset, sekitar 80 persen pelaku UMKM di Indonesia masih berada pada tahap perintis. Sebagian besar didorong keinginan untuk mandiri (57 persen) dan melihat peluang usaha (46 persen). Dari sisi demografi, pelaku UMKM didominasi generasi muda, yakni Gen Z dan milenial sebesar 65 persen.

Namun, kemandirian tersebut juga diiringi tantangan. Mayoritas pelaku usaha masih mengandalkan modal pribadi (63 persen) dan perputaran keuntungan (46 persen), yang membuat kondisi keuangan rentan pada fase awal usaha.

Riset ini juga mengungkap sejumlah kesalahan persepsi yang umum terjadi di kalangan UMKM. Salah satunya anggapan bahwa ekspansi harus dilakukan dengan membuka banyak cabang. Faktanya, tanpa sistem dan standar operasional yang kuat, ekspansi justru berisiko mengganggu stabilitas usaha. Tercatat, 48 persen pelaku UMKM masih melakukan pencatatan keuangan secara manual.

Selain itu, kendala akses permodalan tidak sepenuhnya disebabkan sulitnya pinjaman, melainkan rendahnya literasi keuangan. Banyak pelaku usaha belum memahami mekanisme pengajuan kredit dan belum memiliki laporan keuangan yang memadai.

Di sisi lain, strategi menaikkan harga produk juga bukan solusi utama untuk meningkatkan keuntungan. Tantangan terbesar justru terletak pada manajemen sumber daya manusia dan efisiensi operasional. Sebagian besar UMKM mikro hanya memiliki satu hingga dua karyawan, sehingga beban kerja sering kali tidak seimbang.

Ancaman lain yang kerap luput dari perhatian adalah biaya tersembunyi (hidden cost), seperti kerusakan alat akibat penggunaan yang tidak tepat. Kondisi ini dapat memicu kerugian berlipat, mulai dari biaya perbaikan hingga terganggunya operasional usaha.

Berangkat dari temuan tersebut, Polytron merumuskan empat pilar utama agar UMKM dapat naik kelas.

Pertama, memperkuat konsep usaha, termasuk identitas dan pengalaman pelanggan.

Kedua, membangun sistem yang lebih rapi dan mulai beralih ke digitalisasi.

Ketiga, berinvestasi pada aset yang tepat guna dan berjangka panjang.

Keempat, melakukan ekspansi secara terukur tanpa mengganggu operasional inti.

Penguatan strategi ini juga dilengkapi dengan pengalaman para praktisi.

Brand Activist Radityo Suryo Hartanto menekankan pentingnya identitas dan nilai produk di tengah persaingan pasar.

Menurutnya, pelaku UMKM tidak cukup hanya menjual produk, tetapi juga harus menawarkan solusi dan pengalaman kepada konsumen.

Sementara itu, Founder Nichi Nichi by Farine, Jessica Hartono, berbagi pengalamannya membangun bisnis dari skala rumahan hingga menjadi salah satu produk oleh-oleh populer di Surabaya.

Ia menegaskan bahwa kekuatan merek menjadi kunci utama dalam mempertahankan kepercayaan pelanggan.

“Produk bisa ditiru, tetapi kepercayaan tidak bisa digantikan,” ujarnya, Jumat (10/4).

Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, Polytron turut menghadirkan program “UMKM Naik Level” yang mencakup dukungan perangkat usaha, pelatihan edukasi, hingga fasilitasi promosi dan ekspansi pasar.

Melalui pendekatan berbasis riset dan dukungan ekosistem yang terintegrasi, inisiatif ini diharapkan mampu membantu pelaku UMKM mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat daya saing di tengah pasar yang semakin kompetitif.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.