KabarBaik.co Nganjuk – Gerakan Tanam Kedelai digelar di lahan persawahan Desa Ngudikan, Wilangan, Nganjuk, pada Kamis (5/3). Program kolaborasi Kodaeral V Surabaya, Kementerian Pertanian, dan Pemkab Nganjuk ini menjadi bagian penting dalam upaya penguatan ketahanan pangan nasional, dengan penanaman langsung dilakukan oleh sejumlah pejabat utama daerah dan pusat.
“Kami mengapresiasi dan mendukung penuh Kodaeral V yang telah membantu petani kedelai di Nganjuk. Apalagi komandannya, Laksda TNI Ali Triswanto, juga putra asli Nganjuk,” ujar Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono, Jumat (6/3)
Penandatanganan nota kesepahaman menjadi salah satu poin penting dari kegiatan ini, di mana Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) ditunjuk sebagai pembeli hasil panen kedelai petani. Hal ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi para petani yang selama ini sering menghadapi tantangan harga yang fluktuatif.
“Selain bantuan benih, tadi juga ada penandatanganan pasca jual. Artinya harga jual saat panen nanti sudah jelas dan tidak akan murah karena sudah ada kesepakatan,” jelas Mas Tatit sapaan karibnya
Selain jaminan harga, program ini juga menyediakan benih kedelai varietas unggul yang memiliki kualitas lebih baik dibandingkan jenis lokal yang umum digunakan oleh petani. Biji dari varietas unggul ini memiliki ukuran yang lebih besar dan bersih, yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.
“Bibitnya bibit unggul. Hasilnya lebih besar dan kualitasnya lebih baik dibanding kedelai lokal yang biasanya kecil,” tambah Mas Tatit
Komandan Kodaeral V Surabaya Laksda TNI Ali Triswanto menyatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya fokus pada penanaman benih, tetapi juga pada penyiapan lahan dan sarana pendukung, serta optimalisasi koordinasi antara pemerintah daerah dan kelompok tani untuk meningkatkan produksi kedelai secara menyeluruh.
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengungkapkan bahwa luas lahan kedelai di Nganjuk saat ini mencapai sekitar 3.200 hektare, tersebar di beberapa kecamatan termasuk Rejoso, Bagor, Wilangan, Gondang, dan Kecamatan Nganjuk. Kedelai sendiri merupakan salah satu dari lima komoditas utama pertanian daerah.
“Dengan bantuan benih unggul ini kami optimistis produksi kedelai di Nganjuk akan meningkat. Apalagi kedelai menjadi salah satu dari lima komoditas utama pertanian di Nganjuk,” pungkas Mas Tatit
DPRD Nganjuk memandang program ini sebagai langkah strategis yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian tujuan nasional terkait ketahanan dan kedaulatan pangan. (*)






