KabarBaik.co, Nganjuk – Nganjuk semakin mengukuhkan diri sebagai lumbung pangan nasional dengan menjadikan Desa Ngudikan, Wilangan, sebagai lokasi pilot project nasional swasembada kedelai.
Program yang diluncurkan pada Kamis (5/3) melalui Gerakan Tanam Bersama, bukan sekadar upaya meningkatkan produksi, melainkan bagian dari visi besar revitalisasi pertanian daerah periode 2025-2030 yang menjadi jawaban atas instruksi Presiden RI menekan angka impor kedelai.
“Terima Kasih Pak Presiden Prabowo, Kami sangat berterima kasih atas dukungan Laksamana Muda TNI Ali dan jajaran TNI AL. Kehadiran TNI dalam melakukan pendampingan dan pembinaan intensif kepada kelompok tani adalah suntikan semangat baru bagi petani kita di Nganjuk,” ujar Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi.
Pemilihan Nganjuk sebagai lokasi pilot project tidak lepas dari sinergi kuat yang terbangun bersama TNI Angkatan Laut. Kolaborasi lintas sektoral ini diharapkan dapat menjadi model pembangunan pertanian yang dapat ditiru di daerah lain di Indonesia.

“Kualitas kedelai yang dihasilkan dari tanah Nganjuk memiliki keunggulan yang tidak kalah dengan produk impor,” kata Bupati Marhaen yang juga menyadari bahwa kualitas unggul saja tidak cukup tanpa adanya perlindungan ekonomi bagi para pelaku usaha tani.
Bupati Marhaen berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga di tingkat bawah agar petani tidak menjadi korban permainan spekulasi pasar atau tengkulak. Intervensi pemerintah daerah dinilai sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan usaha tani.
“Kunci utama kemajuan pertanian adalah stabilitas harga. Pemerintah daerah akan terus mendorong penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan intervensi harga yang tegas untuk melindungi petani. Jika harga adil dan pasti, petani akan tetap semangat menanam,” jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian Nganjuk Ida Shobihatin menambahkan bahwa gerakan tanam bersama ini memiliki target untuk meningkatkan Luas Tanam Tambah (LTT) dan memaksimalkan pemanfaatan lahan secara efektif. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kedelai secara signifikan dalam waktu dekat.
“TNI AL akan mengawal proses ini dari hulu ke hilir, mulai dari masa tanam hingga masa panen,” kata Komandan Kodaeral V Surabaya Laksda TNI Ali Triswanto.
Dengan kerja sama yang solid antara Pemkab Nganjuk, TNI Angkatan Laut, dan Kementerian terkait, Nganjuk optimistis tidak hanya dapat berkontribusi besar bagi kedaulatan pangan Indonesia, tetapi juga mampu meningkatkan taraf hidup petani lokal secara berkelanjutan. (*)






