KabarBaik.co, Nganjuk – Pemkab Nganjuk menegaskan komitmennya untuk melindungi sektor pertanian di tengah derasnya arus pembangunan infrastruktur.
Hingga saat ini, Kabupaten Nganjuk berhasil mempertahankan capaian Lahan Baku Sawah (LBS) hingga mencapai angka 87,14 persen.
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menjelaskan bahwa angka tersebut bukan sekadar statistik di atas kertas. Capaian ini merupakan bukti nyata dari keseriusan pemerintah dalam melindungi ruang hidup dan mata pencaharian para petani lokal.
“Kita tidak boleh menutup mata terhadap perkembangan daerah, tapi urusan perut masyarakat dan masa depan pangan tidak boleh dikorbankan. Makanya, pengendalian alih fungsi lahan ini wajib kita kawal ketat. Sawah-sawah produktif di Nganjuk harus tetap lestari demi anak cucu kita nanti,” tegas Marhaen, Selasa (19/5).
Kang Marhaen, sapaan akrab Politikus PDI Perjuangan ini, mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan yang harmonis antara modernisasi daerah dan kelestarian lingkungan hijau. Alih fungsi lahan yang tidak terkendali dikhawatirkan dapat mengancam stabilitas pangan, mengingat Nganjuk merupakan salah satu daerah penyangga pangan yang krusial di Jawa Timur.
Oleh karena itu, ia menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta masyarakat yang konsisten menjaga sektor agraris agar tidak tergerus zaman.
“Nganjuk ini diberkahi tanah yang subur. Tugas kita di pemerintahan adalah memastikan regulasi berpihak pada keberlanjutan itu. Dengan dukungan pusat, khususnya sinergi dari Kementerian ATR/BPN, saya yakin Kabupaten Nganjuk siap menjadi benteng pertahanan pangan yang kokoh di Jawa Timur,” tambahnya optimistis.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, kementerian pusat, dan para petani, Kabupaten Nganjuk optimistis dapat terus memimpin sebagai pilar utama ekonomi berbasis pertanian. Langkah taktis ini diharapkan mampu menjaga kedaulatan pangan di Jawa Timur untuk generasi yang akan datang. (*)






