KabarBaik.co, Nganjuk – Keberadaan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, sukses menyedot perhatian besar dari masyarakat.
Pascadiresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (16/5), gelombang warga tampak silih berganti mendatangi lokasi.
Namun, para pengunjung harus sedikit bersabar karena museum yang didedikasikan untuk Pahlawan Nasional ini ternyata belum resmi dibuka untuk umum.
“Saya ingin mengetahui kisah Marsinah melalui koleksi di museum. Cuma, sayangnya ini masih ditutup,” keluh Anik Celia (40), salah seorang warga Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, yang datang berboncengan motor bersama suaminya, Senin (18/5).
Berdasarkan pantauan di lapangan, pintu masuk utama museum memang masih dalam kondisi terkunci rapat. Alhasil, para pengunjung yang datang hanya bisa mengakses area teras dan mencoba mengintip koleksi yang menggambarkan perjalanan hidup Marsinah secara terbatas melalui kaca pintu.
“Saya tahu dari teman-teman SMK saya. Mereka banyak yang tinggal di Desa Nglundo. Kala itu,,” kenang Anik mengingat peristiwa pilu yang menimpa Marsinah pada tahun 1993 silam.
Rasa penasaran yang sama juga dirasakan oleh Trisnawati, 52, warga Desa Cengkok, Kecamatan Ngronggot. Ia sengaja datang demi bisa menilik langsung benda-benda peninggalan sang pejuang buruh, namun terpaksa gigit jari karena jadwal operasional gratis yang diketahuinya ternyata belum berlaku.
“Informasi yang saya dapat, museum dibuka untuk umum gratis tiap hari pada pukul 10.00 sampai pukul 17.00 WIB. Saat saya datang hari ini pukul 14.00 WIB, museum belum buka,” ungkap Trisnawati yang mengagumi keberanian Marsinah dalam membela hak-hak pekerja.
Antusiasme ini bahkan menjangkau warga dari luar daerah, seperti Tatik, 56. Warga Kediri ini rela menyempatkan diri mampir ke Nganjuk usai menjemput anaknya yang berkuliah di Bandung, setelah melihat kabar peresmian museum tersebut di televisi.
“Lihat kabar di televisi, museum Marsinah tuntas diresmikan. Oleh karenanya, sebelum balik ke Kediri dari Bandung, saya mampir ke sini. Sayangnya, museum belum dibuka,” ucap Tatik.
Menanggapi kekecewaan dan tingginya animo masyarakat, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Timur, Ahmad Fauzi, memberikan klarifikasi.
Ia menjelaskan bahwa pihak yayasan yang nantinya mengelola museum bersama keluarga Marsinah saat ini tengah melakukan persiapan akhir secara matang.
“Museum masih belum buka karena harus menyiapkan beberapa perangkat, mulai tenaga keamanan, tenaga kebersihan, termasuk juga administrasi. Target museum sudah bisa dibuka untuk umum, 1-2 Juni mendatang,” pungkas Ahmad Fauzi.






