Resmikan Museum Marsinah, Prabowo: di Dunia Mungkin Baru Sekarang Ada Museum Buruh

oleh -75 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 16 at 12.52.25 PM scaled
Presiden Prabowo saat meresmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah (Agus Karyono)

KabarBaik.co, Nganjuk – Ribuan pasang mata, mayoritas mengenakan baju khas pekerja. Mereka berkumpul dengan khidmat di tanah kelahiran pahlawan buruh Indonesia, Marsinah di Desa Nglundo, Sukomoro, Nganjuk, Sabtu (16/5).

Presiden Prabowo Subianto hadir langsung meresmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah, sebuah tempat yang kini menjadi saksi abadi atas keteguhan hati seorang perempuan melawan ketidakadilan.

Dalam pidato peresmiannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh yang hadir untuk memanjatkan puji syukur mendalam ke hadirat Yang Maha Kuasa.

“Sebagai insan yang bertakwa, marilah kita tidak nanti-nantinya memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Tuhan Maha Besar, Tuhan Maha Pengasih yang memiliki sekalian alam. Hanya kepada-Nyalah kita berdoa dan hanya kepada-Nyalah kita meminta pertolongan,” ucap Prabowo dengan nada bergetar penuh penghormatan.

Langkah kaki Prabowo kemudian membawanya menyusuri zona-zona museum dengan didampingi Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Melihat kembali pakaian terakhir yang dikenakan Marsinah saat berjuang, hingga lini masa duka yang pernah mencabik rasa kemanusiaan bangsa ini pada tahun 1993 silam. Museum ini, bagi Presiden Prabowo bukan sekadar urusan batu bata dan semen, melainkan sebuah artefak sejarah gerakan buruh yang sangat langka di dunia.

Presiden meyakini bahwa berdirinya museum ini adalah bentuk pengakuan tertinggi atas eksistensi pergerakan rakyat kecil.

“Ini saya kira, mungkin peristiwa yang langka. Mungkin di seluruh dunia baru sekarang ada museum buruh,” tutur Prabowo sembari meminta jajarannya untuk memastikan kembali catatan sejarah tersebut.

Suasana semakin hening saat ingatan kolektif dibawa kembali pada sosok Marsinah seorang buruh pabrik yang berani menyuarakan hak-hak mendasar rekannya.

Tanpa pangkat, tanpa senjata, ia maju menjadi tameng bagi kaumnya yang terpinggirkan. Museum ini didirikan untuk memastikan generasi masa depan tidak amnesia terhadap harga dari sebuah keadilan yang pernah diperjuangkan secara bertaruh nyawa.

Prabowo menegaskan bahwa tempat ini merupakan sebuah tonggak peringatan atas nilai keberanian yang tak ternilai dari seorang wanita.

“Saya kira museum ini didedikasikan sebagai lambang, sebagai simbol, dan sebagai tonggak peringatan untuk memperingati keberanian seorang pejuang… seorang pejuang muda, seorang pejuang perempuan yang berjuang untuk hak-hak kaum buruh,” jelasnya di hadapan para tamu undangan.

Bagi pemerintah, Marsinah adalah representasi paling murni dari mereka yang kerap kali suaranya tersisih dalam roda industrialisasi. Melalui peresmian ini, negara memberikan tempat terhormat kepada mereka yang lemah agar tidak lagi dipandang sebelah mata.

Prabowo menggarisbawahi bahwa simbol Marsinah melambangkan perjuangan kelas pekerja yang kerap berada di posisi rentan.

“Pejuang tersebut adalah lambang dari perjuangan semua yang berada di pihak yang lemah, orang-orang miskin, orang-orang yang tidak punya kekuasaan, orang-orang yang tidak punya kekuatan,” lanjut Prabowo.

Prabowo mengingatkan bahwa sejarah panjang berdirinya Republik Indonesia dirajut dari tetesan keringat dan darah kaum marhaen, termasuk buruh dan petani.

Tragedi kelam masa lalu yang menimpa Marsinah harus menjadi cermin besar agar tidak pernah terulang kembali di atas tanah yang menjunjung tinggi keadilan sosial.

“Sesungguhnya, peristiwa Marsinah yang dibunuh secara keji karena memperjuangkan kaum buruh pabrik suatu perusahaan, sesungguhnya sama sekali tidak perlu terjadi karena negara kita, kita didirikan dengan falsafah dasar Pancasila,” pungkas Prabowo lugas.

Kini, dari sebuah desa kecil bernama Nglundo di Nganjuk, sebuah pesan besar telah dikirimkan ke seluruh penjuru negeri. bahwa suara buruh adalah suara bangsa, dan keberanian Marsinah akan tetap hidup, bersemayam di dalam rumah abadinya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.