KabarBaik.co – Penampilan DJ dalam acara Pasar Rakyat Trenggalek pada Sabtu (28/12) menuai keluhan dari masyarakat. Kritik juga datang dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Trenggalek yang menilai hiburan tersebut kurang tepat untuk ditampilkan di ruang publik.
Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin, mengungkapkan bahwa acara tersebut mendapatkan banyak keluhan dari orang tua dan tokoh masyarakat. Ia menilai penampilan DJ kurang sesuai karena di alun-alun banyak anak yang turut menonton.
“Kami menerima banyak keluhan dari orang tua dan tokoh masyarakat terkait acara ini,” kata Sukarodin, Selasa (31/12).
Sukarodin menekankan pentingnya pemerintah daerah untuk lebih selektif dalam menyaring agenda yang diselenggarakan di ruang publik. Menurutnya, menampilkan hiburan yang tidak relevan dengan budaya Trenggalek dapat mengurangi identitas lokal.
“DJ-nya mungkin tidak masalah, tapi acaranya menjadi sorotan karena kurang relevan dengan budaya kami,” imbuhnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Trenggalek memiliki banyak penggiat seni lokal yang potensial. Memberi mereka ruang untuk tampil dapat menjadi penyemangat sekaligus wadah kreativitas.
“Kita harus utamakan seni lokal, bukan malah mengambil hiburan dari luar kota,” jelas Sukarodin.
DPRD Trenggalek mendorong pemerintah daerah dan para penyelenggara acara untuk memprioritaskan seni lokal sebagai bagian dari setiap kegiatan. Sukarodin menambahkan bahwa seni lokal tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu mempromosikan budaya Trenggalek.
“Trenggalek punya banyak potensi seni lokal yang bisa ditampilkan. Kalau ini terus didorong, kita bukan hanya menghibur masyarakat, tapi juga memperkuat identitas budaya daerah,” tandasnya. (*)