KabarBaik.co, Surabaya– menghadapi tantangan fiskal yang juga dialami sejumlah daerah, DPRD Kota Surabaya mendorong Pemkot menggali potensi aset yang belum dimanfaatkan.
Hal ini disampaikan Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri. Politisi PDI-P ini menyoroti lahan-lahan tidur milik Pemkot yang belum dioptimalkan melalui sistem sewa dengan prioritas untuk penguatan ekonomi kerakyatan.
“Lahan-lahan Pemkot yang tidak digunakan memungkinkan dilakukan dengan sistem sewa yang sesuai nilai. Tujuannya agar semangat ekonomi kecil bisa mendapat kan saran fasilitas,” ungkap dia, Jumat (8/5).
Selain lahan, Kaji Ipuk, sapaan akrab Syaifuddin Zuhri juga menyarankan pemanfaatan aset publik seperti taman untuk reklame yang lebih tertata. Menurut dia, langkah ini bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi kas daerah.
Terkait pinjaman alternatif, Kaji Ipuk menilai skema tersebut bisa dipertimbangkan jika digunakan untuk membiayai proyek yng nilainya diprediksi meningkat.
“Pinjaman alternatif didorong untuk membiayai sesuatu yang memungkinkan nilainya akan naik. Jadi justru kita malah untung,” jelas dia.
Mengenai target APBD 2029 sebesar Rp 20 triliun, Kaji Ipuk menegaskan DPRD akan berkoordinasi lebih lanjut untuk merumuskan strategi pencapaiannya.
“Wah…masih baru dilantik, tak bernafas dulu. Nanti saja dibahas,” pungkas dia. (*)








