Driver Ojol Desak Program Hemat Berbayar Dihapus Hingga Ubah Potongan Jadi 10 Persen

oleh -314 Dilihat
IMG 20250520 WA0039
Ribuan massa Ojek Online jalan depan Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan, mereka suarakan aspirasinya.

KabarBaik.co – Suasana depan Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan memanas, Selasa (20/5). Ribuan driver ojek online (ojol) mengepung kantor pemerintahan itu untuk menyuarakan sejumlah tuntutan yang sudah berulang kali mereka sampaikan. Aksi ini diwarnai orasi lantang, spanduk tuntutan, hingga ancaman masuk ke gedung jika mediasi tak kunjung menemui titik terang.

Pantauan di lokasi, massa mulai memadati area sekitar pukul 12.30 WIB. Sebuah truk dengan sound system besar disulap menjadi panggung orasi. Polisi berjaga ketat, bahkan pagar kawat berduri ikut dipasang di sepanjang pintu masuk kantor gubernur.

“UU Transportasi Online Harga Mati”, “Potongan 10 Persen Harga Mati” menjadi tulisan yang terpampang di spanduk yang dibentangkan para demonstran. Mobil komando parkir di depan pagar, sebagian pengunjuk rasa duduk di aspal menghadap kantor gubernur.

Mediasi sempat dilakukan di dalam gedung, melibatkan perwakilan ojol, Dinas Perhubungan, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta sejumlah perwakilan aplikator seperti Gojek dan Grab. Namun, mediasi itu berlangsung alot dan membuat emosi massa kembali tersulut.

Sekitar pukul 15.15 WIB, sorakan dan teriakan kembali membahana. “Tim mediasi segera keluar. Segera tanda tangan. Sudah terlalu lama kita menunggu. Segera tanda tangan atau kita masuk ke dalam,” seru orator dari atas mobil komando, memancing riuh massa.

Ketua Frontal Jatim, Tito Ahmad, akhirnya keluar menemui massa dan menyampaikan hasil mediasi sementara.

“Dishub sudah bersepakat untuk menghentikan program-program hemat berbayar. Nanti teman-teman sudah sepakat, karena itu kami minta waktunya lagi agar bisa segera ditandatangani,” ujarnya.

“Di dalam kami juga tidak makan, kita sama-sama lapar. Saya berjanji selama perjanjian belum ditandatangani, saya tidak akan keluar dari gedung ini. Saya minta bantuannya teman-teman untuk terus menekan dan mengawal,” imbuhnya.

Tito menambahkan, Dishub Jatim juga berjanji akan memberi sanksi kepada semua aplikator yang melanggar. Tiga aplikator yang tidak hadir dalam forum mediasi akan dikirimi surat peringatan (SP).

Massa juga sempat menyuarakan kekecewaan karena Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tak menemui mereka langsung.

“Bu Khofifah, kami ini rakyatmu, jangan hanya di dalam saja, temui rakyatmu, Bu. Sudah tujuh kali kami sampaikan aspirasi sampai capek kami,” teriak orator lain dari mobil komando.

Akibat aksi ini, Jalan Pahlawan ditutup total. Arus lalu lintas dari Jalan Veteran dialihkan ke Jalan Stasiun Kota. Imbasnya, kemacetan tak terhindarkan hingga ke Jalan Bunguran.

Sehari sebelumnya, Humas Frontal Jatim, Samuel Grandy, menyebut bahwa aksi ini bukan sekadar unjuk rasa, tapi juga akan dibarengi aksi offbid massal. “Ya benar, rencananya besok teman-teman driver akan melakukan offbid atau tidak akan menyalakan aplikasi,” kata Samuel, Senin (19/5).

Aksi turun jalan itu menyasar beberapa titik strategis, seperti Gedung Grahadi, Kantor Dishub Jatim, Kantor Diskominfo, Polda Jatim, DPRD Jatim, dan sejumlah kantor aplikator. Frontal Jatim pun meminta maaf kepada masyarakat atas terganggunya aktivitas selama aksi berlangsung.

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama aksi demo berlangsung akan mengganggu jalannya aktivitas dan lalu lintas masyarakat Surabaya, Sidoarjo, dan sekitarnya,” ucap Samuel. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Yudha
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.