KabarBaik.co — Di balik helm dan jaket ojek online yang dikenakan setiap hari, tersimpan kisah perjuangan seorang perempuan tangguh bernama Rendy Ferbi Cahyana, 36. Warga Dusun/Desa Ceweng, Diwek, Jombang, itu telah menekuni profesi sebagai driver ojek online sejak 2018 demi menghidupi keluarganya.
Bagi Rendy, menjadi pengemudi ojol bukan sekadar pekerjaan, melainkan pilihan hidup yang memberinya ruang untuk tetap hadir sebagai ibu bagi 2 anaknya. Sejak sang suami meninggal dunia pada 2016, Rendy harus berjuang seorang diri menjadi tulang punggung keluarga.
“Alasan saya memilih jadi driver ojol karena bisa membagi waktu antara kerja dan keluarga,” ujar Rendy kepada kabarbaik.co, Senin (22/12).
Setiap pagi, Rendy memulai harinya dengan mengurus anak-anak terlebih dahulu. Setelah memastikan mereka berangkat sekolah sekitar pukul 07.00 WIB, barulah ia menyalakan aplikasi dan mulai menerima orderan.
“Kalau anak-anak sudah berangkat semua, baru saya bisa on. Jadi peran sebagai ibu tetap nomor satu,” katanya.
Rendy biasanya bekerja dari pukul 07.00 WIB hingga sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah Magrib, ia memilih berada di rumah untuk menjemput, menemani, dan menemani belajar anak-anaknya.
“Saya tidak ambil malam karena malam itu waktunya untuk anak. Saya harus menemani dan mengajari mereka,” tutur dia.
Selama menjadi driver ojol, Rendy mengaku banyak mendapatkan pengalaman berharga, mulai dari bertemu beragam karakter penumpang hingga bisa membantu orang lain mencapai tujuan mereka, baik jarak dekat maupun jauh.
Namun, menjadi pengemudi perempuan bukan tanpa tantangan. Ia pernah mengalami pengalaman kurang menyenangkan saat mengantar penumpang laki-laki.
“Penumpangnya mepet-mepet, lalu minta lewat jalur yang berbeda dengan alasan macam-macam. Akhirnya setelah sampai, bayarnya malah kurang,” kenangnya.
Pengalaman itu sempat membuatnya merasa takut, tetapi tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap bekerja.
Soal penghasilan, Rendy menyebut hasil ngojek tidak bisa dipastikan setiap hari. Semua bergantung pada jumlah orderan.
“Kalau ramai, Alhamdulillah bisa dapat lebih dari Rp 100.000. Tapi kalau sepi, kadang seharian cuma dapat satu orderan,” kata Rendy jujur.
Di momen Hari Ibu, Rendy menyampaikan pesan khusus untuk para perempuan, terutama mereka yang menjadi tulang punggung keluarga.
“Selamat Hari Ibu untuk semua perempuan hebat. Tetap semangat, terus berjuang, dan selalu berikan yang terbaik untuk keluarga,” ucapnya.
Ke depan, Rendy berharap diberi kesehatan dan kekuatan agar bisa terus mencari nafkah serta membesarkan anak-anaknya dengan baik.
“Harapan saya sederhana, semoga selalu sehat dan tetap semangat demi keluarga,” tutupnya. (*)






