KabarBaik.co, Banyuwangi – Dua jenazah yang diduga korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada 2 Juli 2025 dipindahkan ke Banyuwangi. Jenazah itu sebelumnya disemayamkan di Bali, setelah ditemukan beberapa waktu lalu.
Kedua jasad tiba di Banyuwangi pada Rabu malam. Saat ditemukan di Perairan Gilimanuk, Bali, kondisi jenazah tanpa identitas dan tidak utuh.
Koordinator Pelayanan Medis RSUD Blambangan Banyuwangi, dr. Ayyub Erdianto, mengatakan dua jenazah tersebut dibawa ke Banyuwangi untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut.
“Ada dua jenazah yang dibawa ke Banyuwangi untuk menjalani identifikasi dari Dokkes Polres dan RS Bhayangkara Bondowoso,” kata Ayyub, Jumat (6/2).
Namun demikian, Ayyub tidak merinci proses identifikasi yang dilakukan karena hal tersebut menjadi kewenangan tim Dokkes Polres dan RS Bhayangkara Bondowoso selaku pemeriksa.
Ia juga menyebutkan bahwa hingga proses pemakaman dilakukan, tidak ada pihak keluarga korban KMP Tunu Pratama Jaya yang datang ke rumah sakit untuk memastikan identitas kedua jenazah tersebut.
“Sudah dimakamkan tadi sekitar pukul 10.00 WIB di Kapuran, Ketapang,” ujarnya.
Untuk diketahui, bangkai KMP Tunu Pratama Jaya saat ini masih menjalani operasi pengangkatan yang dilaksanakan oleh PT Buto selaku pelaksana. Proses pengangkatan dimulai sejak 26 Januari 2026.
Selama proses tersebut, tercatat tiga jenazah telah ditemukan. Satu di antaranya diyakini merupakan anak buah kapal (ABK) KMP Tunu Pratama Jaya bernama I Wayan Teja Setiawan, berdasarkan identitas yang melekat pada tubuh korban. Jenazah Wayan ditemukan mengambang ke permukaan laut saat bangkai kapal diangkat.
Sementara dua jenazah lainnya ditemukan di sekitar Perairan Gilimanuk oleh warga yang sedang beraktivitas di sekitar kawasan pelabuhan.
Operasi pengangkatan bangkai kapal hingga kini masih terus berlangsung. Dari target awal 20 hari, proses tersebut diperkirakan akan molor hingga sekitar 1,5 bulan akibat kendala cuaca dan kencangnya gelombang di Selat Bali.







