Ditemukan di Bali, Dua Jenazah Diduga Korban KMP Tunu Pratama Jaya Dibawa dan Dimakamkan di Banyuwangi

oleh -93 Dilihat
IMG 20260202 WA0012 1
Proses evakuasi mayat diduga korban KMP Tunu Pratama Jaya

KabarBaik.co, Banyuwangi – Dua jenazah yang diduga korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada 2 Juli 2025 dipindahkan ke Banyuwangi. Jenazah itu sebelumnya disemayamkan di Bali, setelah ditemukan beberapa waktu lalu.

Kedua jasad tiba di Banyuwangi pada Rabu malam. Saat ditemukan di Perairan Gilimanuk, Bali, kondisi jenazah tanpa identitas dan tidak utuh.

Koordinator Pelayanan Medis RSUD Blambangan Banyuwangi, dr. Ayyub Erdianto, mengatakan dua jenazah tersebut dibawa ke Banyuwangi untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut.

“Ada dua jenazah yang dibawa ke Banyuwangi untuk menjalani identifikasi dari Dokkes Polres dan RS Bhayangkara Bondowoso,” kata Ayyub, Jumat (6/2).

Namun demikian, Ayyub tidak merinci proses identifikasi yang dilakukan karena hal tersebut menjadi kewenangan tim Dokkes Polres dan RS Bhayangkara Bondowoso selaku pemeriksa.

Ia juga menyebutkan bahwa hingga proses pemakaman dilakukan, tidak ada pihak keluarga korban KMP Tunu Pratama Jaya yang datang ke rumah sakit untuk memastikan identitas kedua jenazah tersebut.

“Sudah dimakamkan tadi sekitar pukul 10.00 WIB di Kapuran, Ketapang,” ujarnya.

Untuk diketahui, bangkai KMP Tunu Pratama Jaya saat ini masih menjalani operasi pengangkatan yang dilaksanakan oleh PT Buto selaku pelaksana. Proses pengangkatan dimulai sejak 26 Januari 2026.

Selama proses tersebut, tercatat tiga jenazah telah ditemukan. Satu di antaranya diyakini merupakan anak buah kapal (ABK) KMP Tunu Pratama Jaya bernama I Wayan Teja Setiawan, berdasarkan identitas yang melekat pada tubuh korban. Jenazah Wayan ditemukan mengambang ke permukaan laut saat bangkai kapal diangkat.

Sementara dua jenazah lainnya ditemukan di sekitar Perairan Gilimanuk oleh warga yang sedang beraktivitas di sekitar kawasan pelabuhan.

Operasi pengangkatan bangkai kapal hingga kini masih terus berlangsung. Dari target awal 20 hari, proses tersebut diperkirakan akan molor hingga sekitar 1,5 bulan akibat kendala cuaca dan kencangnya gelombang di Selat Bali.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.